Kacang Hijau Jolley diolah sangat sederhana dengan mencampurkan adonan tepung dan telur sebelum digoreng.

Tidak selamanya kacang hijau hanya dijadikan bubur untuk disantap. Namun bisa juga dioleh menjadi camilan yang bisa menghasilkan untung jutaan rupiah.

Adalah Chaidir Ali, pemilik usaha kecil menengah Jolley yang mengolah kacang hijau menjadi camilan ringan. Hasil produk olahannya itu bukan hanya digemari warga di Sumatera Utara, namun juga sudah luar provinsi bahkan sampai ke Bali.

Pria berusia 25 tahun itu secara rinci menjelaskan usaha yang sudah dirintis sejak dua tahun lalu itu diawali dengan melihat potensi peluang usaha dari pengelolaan kacanag hijau.

Saat ini berkat ketekunan dan kerja keras, hasil usahanya itu mampu meraup untung belasan juta dengan modal yang relatif murah.

Kacang Hijau Jolley diolah sangat sederhana dengan mencampurkan adonan tepung dan telur sebelum digoreng. Untuk menjaga kualitas camilan, kacang hijau terlebih dahulu dicuci dan direncam menggunakan air dan ramuan khusus.

Sebelum dicampur dengan adonan tepung, alat yang digunakan juga sederhana karena hanya menggunakan alat masak yang bisa dibeli di pasaran dengan harga yang terjangkau bagi para pegiat UKM.

Perharinya, UKM itu mampu menghasilkan ratusan bungkus ukuran 150 gram dan 50 gram dengan empat variasi rasa seperti original, rumput laut dan pedas yang dijual Rp5 ribu dan Rp15 ribu rupiah perbungkus sesuai ukuran.

Usaha itu menjadi unik karena merupakan pelopor pertama di Indonesia yang mengolah kacang hijau menjadi camilan dan sudah meraih sejumlah penghargaan di bidang UMKM dalam skala provinsi maupun nasional.

Untuk pemasaran, camilan itu dijual melalui toko dan secara daring dan hingga kini sudah memiliki reseller sampai Pulau Bali.