Kontainer itu berisi Nissan Skyline GTR33 warna putih, tahun 2000, Nissan Skyline GTR 34, tahun 2000. Juga ada sedan Mustang, warna merah tahun 1972.

APARAT Pangakalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV melalui Tim Unit I Kejahatan dan Kekerasan Laut (Jatanrasla) bersama Dispamal dan Satgas Bais TNI menggagalkan penyelundupan mobil mewah dari Singapura di Batam.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Eko Suyatno kepada batamnews.co.id, mengatakan pengungkapan itu setelah tim gabungan Unit I Jatanrasla Lantamal IV dan Satgas Bais TNI, menerima informasi tentang adanya kontainer berisi mobil mewah. 

"Mobil tersebut diinformasikan tersimpan di gudang Batam Trans milik seseorang berinisal LT yang berada di Batam Center Sabtu (19/1/2019) malam," kata Eko sebagaimana dikutip batamnews.co.id pada Senin (21 Januari). Sedangkan penyeludupan itu dibongkar pada Sabtu (19 Januari).  

Eko mengatakan, tim gabungan yang beranggotakan 11 orang terdiri dari 2 orang tim Satgas Bais TNI dan 9 orang tim Unit I Jatanrasla Lantamal IV langsung melakukan pemeriksaan berdasarkan informasi tersebut. 

">

"Gudang Batam Trans itu dijaga oleh P, kami koordinasi dengan Kasi Intel KPU BC Tipe B Batam," katanya. 

Ia melanjutkan, setelah pemeriksaan di gudang ditemukan tiga unit kontainer yang berisi mobil mewah bekas seperti Nissan Skyline GTR33 warna putih, tahun 2000, Nissan Skyline GTR 34, tahun 2000. "Juga ada sedan Mustang, warna merah tahun 1972," ujarnya.

Tidak hanya sampai di situ, dalam waktu bersamaan tim gabungan terus melakukan pengembangan melalui penjaga gudang berinisial P.

"Dari sana kita dapat informasi diduga sudah ada kontainer yang sama sampai ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta," ujar Eko. 

Koordinasi pun dilakukan dengan Dispamal dan Bea Cukai Tanjung Priok. Sehingga terdapat beberapa kontainer yang dicurigai diamankan ke kantor Bea Cukai Tanjung Priok.

Setelah itu dilakukan pemeriksaan menggunakan x-ray scanner. "Ternyata memang betul di dalam kontainer tersebut adalah 2 unit mobil selundupan lainnya," katanya.

Eko mengatakan, pengembagan masih terus dilakukan untuk mengungkap tuntas penyeludupan mobil mewah ini. "Ya kebanyakan mobil bekas dari Singapura ke Indonesia melalui Batam," katanya. 

Perairan yang rawan penyelundupan

Mobil mewah ilegal yang diselundupkan dari Singapura ke Batam disimpan di gudang milik PT. Batam Trans. Perusahaan ini milik seseorang berinisial LT yang dikabarkan sudah diamankan aparat. 

Dalam pantauan batamnews.co.id, gudang mobil tersebut dijaga oleh 7 anggota TNI AL dari Lantamal IV bersenjata dengan rompi bertuliskan F1QR. 

Mereka berjaga di depan kontainer sambil memperlihatkan isi mobil mewah yang terkemas di dalamnya. Kontainer berisi mobil ini berada paling bawah. Aparat hanya memberikan kesempatan wartawan untuk mengambil gambar.

Kontainer mobil tersebut berjejer dengan dua tingkat. Dua kontainer berisikan Nissan Skyline GTR 33 dan 34 warna putih 2000, dan satu lagi De Tomaso Pantera JT-4 warna merah tahun 1972. Ketiga mobil itu dikemas tanpa roda. Begitu modus yang dipakai untuk menyamarkan penyelundupan ini.

Kasus ini sudah diserahkan ke Bea Cukai Batam untuk kemudian dilanjutkan dalam proses pengembangan penyelidikan. 

Perairan Kota Batam dikenal rawan penyelundupan berbagai macam barang tak terkecuali mobil mewah. Mobil-mobil tersebut berasal dari Singapura. Di Singapura mobil tersebut termasuk mobil yang tak layak pakai.

Biasanya di sana, mobil tersebut disekrap, namun beberapa diantaranya diselundupkan dengan bebas ke wilayah Indonesia melalui Batam.  

Tidak saja mobil, beberapa waktu lalu juga terungkap penyelundupan sepeda motor gede (moge) dari Batam ke Riau. Kasus tersebut ditangani jajaran Polda Riau.[]