Pelabuhan Muara Jati ini termasuk pelabuhan jalur sutra perdagangan dunia pada saat itu.

CIREBON merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang banyak menyimpan sejarah. Letaknya yang strategis berada di Pantura dan berbatasan dengan Jawa Tengah ini menjadikan Cirebon sebagai salah satu kota yang banyak dilalui dan kunjungi. Dan ini sudah terjadi sejak abad ke-XIV.

Sultan Sepuh ke-XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menuturkan bahwa pada abad ke-XIV pelabuan Muara Jati merupakan salah satu pelabuhan Padjajaran di wilayah timur.

Pelabuhan Muara Jati merupakan pintu masuk ke Padjajaran ketika itu yang banyak disinggahi kapal para saudagar dari India, Persia, Tiongkok, Arab dan Malaka.

"Pelabuhan Muara Jati ini termasuk pelabuhan jalur sutra perdagangan dunia pada saat itu," tutur PRA Arief di Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (19 Januari).

">

Dan yang paling terkenal saat itu, ketika Laksamana Cheng Ho dengan 300 armadanya singgah di pelabuhan yang berada di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon itu.

"Ini membuktikan bahwa perekonomian Cirebon pada saat itu telah maju dan dikenal dunia," tutur Sultan Arief.

Kemudian pada jaman Belanda pelabuhan Muara Jati ditutup kemudian Belanda membangun pelabuhan di Kota Cirebon yang pada saat itu dinamakan Pelabuhan Tanjung Mas.

Pelabuhan Tanjung Mas menjadi pelabuhan yang dipergunakan untuk mengangkut hasil komoditi dari Cirebon seperti gula, garam, kayu dan hasil bumi lainnya dibawa ke Eropa oleh Belanda.

"Pada abad ke-XIX itu pabrik gula di Cirebon itu ada 10 pabrik, bayangkan saja, dan Pelabuhan Cirebon (Tanjung Masyarakat) pada waktu itu sudah mendunia," kata Sultan Arief.

Saat ini, pelabuhan Tanjung Mas telah berganti nama menjadi pelabuhan Cirebon. Namun sayangnya, kejayaan pelabuhan di Cirebon baik Muara Jati maupun Tanjung Mas kini telah sirna.

Pelabuhan Tanjung Mas yang sekarang bernama Pelabuhan Cirebon saat ini hanya dipergunakan untuk bongkar muat batu bara, terigu, sapi (tol laut) dan beberapa komoditas lokal dari beberapa daerah di Indonesia

"Dan memang sekarang ini Pelabuhan Cirebon mengalami penurunan dan sudah bukan pelabuhan internasional lagi, tidak ada ekspor impor," kata Sultan Arief.

Padahal, Cirebon telah masuk dalam daftar jalur wisata maritim dunia dan banyak kapal pesiar yang hanya berlabuh di tengah laut karena tidak bisa bersandar di Pelabuhan Cirebon akibat dangkalnya dermaga di Pelabuhan Cirebon.

Karena itu, diharapkan bahwa rencana pengembangan Pelabuhan Cirebon bisa segera dilakukan agar kejayaan pelabuhan Cirebon sebagai pelabuhan internasional kembali bangkit.[]