Basuki kecil sering berpindah-pindah tempat tinggal lantaran pekerjaan ayahnya yang seorang tentara.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan untuk pertama kalinya pada tahun 2018, Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sejak 2015 lalu telah melampui target angka satu juta unit.

“Pada bulan November tahun 2018 ini telah tercapai pembangunan 1.041.323 unit rumah," kata Menteri Basuki, Jumat, 7 Desember 2018. 

Capaian itu, kata Basuki, tidak terlepas dari kontribusi Pemerintah pusat dan daerah, perbankan serta pengembang perumahan.

Pemerintah juga terus meningkatkan pembangunan hunian masyarakat melalui beberapa strategi di antaranya pembangunan Rusunawa bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Rumah Khusus terutama pada kawasan terpencil, serta Rumah Swadaya.

Basuki Hadimuljono lahir pada 5 November 1954 di Surakarta, Indonesia.  Ayahnya adalah seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD).

Basuki kecil sering berpindah-pindah tempat. Hal ini dikarenakan pekerjaan yang dijabat oleh ayahnya.

Pada 1963-1968, ayahnya bertugas di Palembang, Sumatera Selatan. Ia  harus menghabiskan masa-masa sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sana. Sebelum tamat SMP di Palembang, Basuki harus pindah ke Irian Jaya. Mau tak mau, ia pun harus berpindah sekolah lagi dan beradaptasi dengan teman serta lingkungan barunya di sana.

Sebelum lulus Sekolah Menegah Atas (SMA), Basuki remaja harus  pindah ke Surabaya. SMA Negeri 5 adalah sekolah yang ia pilih sebagai tempat untuk membentuk kualitas intelektualnya di Surabaya.

Basuki meraih  gelar Sarjana (S1) Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1979. Kemudian ia melanjutkan  Magister (S2) dan  Doktor (S3) Teknik Sipil di Colorado State University, USA mengambil bidang pengairan. Ia memperoleh beasiswa S2 dan S3 tersebut dari Departemen Pekerjaan Umum, tempat di mana ia bekerja hingga sekarang.

Jenjang karir yang pernah dijabat Basuki adalah Komisaris Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk  sejak 1 Mei 2012. Basuki juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum periode 2005 – 2007.

Setelah itu, ia menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum periode 2007 – 2013. Terakhir, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum periode 2013 hingga sekarang.

Pada masa pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Basuki pernah dipercaya untuk menjadi tim penanggulangan lumpur Lapindo, Porong, Jawa Timur. Ia mulai mendatangi lokasi tersebut sejak 8 September 2006. Tugasnya pada saat itu adalah memantau perkembangan penanganan lumpur Lapindo setiap hari.

Mochamad Basuki Hadimuljono didaulat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Penetapan ini diumumkan Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2014).

 

DATA PRIBADI

Nama Lengkap : DR. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Tempat/Tanggal Lahir : Surakarta/5 November 1954
Alamat Tempat Tinggal : Komp. Pengairan Rawa Semut Blok A/18 Bekasi Timur 17113
Pangkat Terakhir : Pembina Utama (IV/e)/TMT:   1 April 2009
Jabatan Terakhir : Direktur Jenderal Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum
Masa Kerja PNS : 31 Tahun 6 Bulan

PENDIDIKAN FORMAL

Pendidikan Sarjana : Teknik Geologi Universitas Gajah Mada, 1979
Pendidikan Pasca Sarjana :
Master of Science, Civil Engineering Colorado State University, USA, 1989
Doctor of Philosophy, Civil Engineering Colorado State University, USA, 1992
            
TUGAS KHUSUS NASIONAL

Ketua Kelompok Kerja SDA Rehabilitasi Pasca Tsunami NAD 2004 – 2005
Ketua Tim Independen Penanggulangan Kerusakan Jalan Tol Purbaleunyi 2006
Anggota Tim Nasional Penanggulangan Kerawanan Pangan Yahukimo – Papua 2006
Ketua Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo 2006 – 2007
        
TANDA PENGHARGAAN

Piagam Penghargaan Pegawai Teladan Departemen Pekerjaan Umum 1995
Satyalancana Karya Satya X Tahun 2001
Satyalancana Karya Satya XX Tahun 2003
Satyalancana Pembangunan 2003
Satyalancana Wirakarya 2005
Satyalancana Kesejahteraan Sosial Pasca Tsunami NAD 2005
Satyalancana Karya Satya XXX Tahun 2014