Ia adalah pengusaha muda yang terbilang sukses di Lampung. Sehari-hari Kadafi adalah  Direktur PT Pertamina Bintang Amin dan Wakil Direktur Keuangan Rumah Sakit Bintang Amin Husada. Ia juga seorang rektor.

BERKULIT putih bersih, selalu berbusana rapi. Saat berjalan langkahnya cepat.  Ramah, bertutur santun, dan berbahasa teratur, dialah Muhammad Kadafi. Menyandang gelar doktor, saat ini ia adalah Ketua Kadin Provinsi Lampung.

Ia adalah pengusaha muda yang terbilang sukses di Provinsi Lampung. Sehari-hari Kadafi adalah  Direktur PT Pertamina Bintang Amin dan Wakil Direktur Keuangan Rumah Sakit Bintang Amin Husada, Bandar Lampung, Lampung.

Selain itu, Kadafi adalah juga seorang akademisi. Bahkan, sejak 2011 telah diangkat menjadi Rektor Universitas Malahayati. Di tangan akademisi muda berwajah tampan inilah biduk kendali kemajuan kampus yang terletak di Kota Bandar Lampung itu melaju.

Pada awal terpilih menjadi Rektor Universitas Malahayati tahun 2010, ia menerima amanat untuk meningkatkan kualitas. Ketika itu, baru satu prodi yang terakreditasi B dari 15 prodi yang ada di Universitas Malahyati.

">">">">">

Dalam tempo tujuh tahun, Kadafi mengubah kondisi kampus secara signifikan. Sejak 2017, dari 15 prodi itu 12 di antaranya sudah terakreditasi B, jadi penambahan 11 prodi yang meningkat akreditasinya, bahkan Universitas Malahayati pun terakreditas B. Universitas Malahayati, meraih akreditasi tertinggi di antara perguruan tinggi swasta di wilayah Kopertis II  yang mencangkup Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung.

Kini Kadafi kembali dipercaya menjadi rektor untuk periode 2018-2022.

Terpilih menjadi Ketua Kadin Lampung.

***

LAHIR di Aceh Besar pada 8 Oktober 1983, Kadafi menghabiskan masa kecilnya di Aceh. Ia adalah anak ke-empat dari enam bersaudara dari pasangan Rusli Bintang dan Rosnati Syeh. Ia memiliki tiga kakak, yaitu Ruslan Junaidi, Elly Zuana, dan Meydayani, sedang adiknya adalah Muhammad Riski, dan Muhammad Ramadan.

Rusli menginginkan semua anak-anaknya mengutamakan ilmu agama sedari kecil. Karena itu, Kadafi sudah mengenal dunia pesantren secara dini. Dimulai dari pesantren Abulyatama dan Babun Najah yang memang dibangun oleh Rusli Bintang di Aceh Besar.

Agar pondasi agamanya kuat, Kadafi  juga disekolahkan ke Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 1 Banda Aceh pada 1995. Setelah memiliki dasar agama yang kuat, Rusli memasukkan Kadafi ke sekolah umum ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Banda Aceh.

Tak hanya itu, untuk memperkuat daya juang anaknya, Rusli memutuskan agar Kadafi juga perlu menimba pengalaman hidup merantau. Karena itu ia menyekolahkan Kadafi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Bandar Lampung.

Keputusan Rusli sangat tepat. Kadafi cocok dengan tanah Lampung.  Di sinilah ia memulai kariernya. Di masa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Bandar Lampung, Rusli mulai menempa Kadafi masuk dunia usaha. Namun, ia mewajibkan putranya itu merangkak dari bawah.

Kadafi merintis kerja dengan menjadi kasir di sebuah kantin kecil di kampus. Dari tangannya, kantin ini sampai mampu membuka usaha catering dan memenuhi segala kebutuhan mahasiswa, dan para penghuni kampus.

Selesai SMA, Kadafi melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lampung. Ia meraih gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Lampung, Bandar Lampung, pada 2006, sebagai lulusan terbaik.

Sejak 2007, Kadafi mulai menjadi dosen di Universitas Malahayati. Di samping itu, ia mulai dipercaya mengelola pembangunan Universitas Malahayati. Bahkan ia dipercaya menjadi Ketua Pengurus Yayasan. Sembari mengajar ia terus melanjutkan studinya, kemudian memperoleh gelar Magister Hukum di Program Pascasarjana Universitas Lampung, Bandar Lampung, pada 2009.

Kadafi lalu melanjutkan kuliah Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro dan meraih gelar doktor pada 2015. Ia berhasil mempertahankan disertasinya pada ujian promosi doktor di Kampus Undip, pada 27 Februari 2015. Hingga kemudian pada 2011, Kadafi diangkat menjadi Rektor Universitas Malahayati.

Bersama istri, Disa Bahajjad Kadafi.

***

Di dunia usaha, ia juga aktif dalam organisasi. Ia dipercaya Ketua Umum  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung. Saat masih menjabat Ketua Umum HIPMI Lampug, Kadafi dipercayakan menjadi Ketua Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Lampung. Ia menjadi Ketua Kadin termuda di Indonesia.

Ciri khas kepemimpinan Kadafi adalah mengedepankan jiwa sosial. Prinsip ini juga yang diterapkan di kampus yang dipimpinnya. Manajemen kampus dan yayasan secara berkelanjutan memberi santunan untuk anak yatim.

Bahkan ini tertuang dalam statute Universitas Malahayati yang menyebutkan setiap karyawan wajib menjadi orang tua asuh. Maka berkembanglah pembinaan anak yatim dari Universitas Malahayati lebih dari 9000 orang di Sembilan provinsi.

Selain dunia akademik, bisnis, dan sosial, tentu Kadafi memiliki hobi. Ia penggemar berat burung kicau. Sampai-sampai, ia membeli sebidang tanah di samping rumahnya di kompleks kampus Universitas Malahayati, untuk penangkaran burung.

Berbagai jenis hewan berkicau ada di sana. Misalnya ada berbagai jenis jalak, murai, love bird, dan berbagai jenis burung lainnya. Ada pula jenis unggas yang hampir punah seperti jalak bali.

“Kita komunitas pencinta burung kicau juga berupaya melestarikan burung-burung kicau dengan membuat penangkaran dan menjaga kesinambungan kehidupannya,” kata Kadafi yang terpesona dengan keindahan jalak bali, dan terbuai dengan nyanyian kacer dan merdunya kicau murai batu.

Burung kicau dari penangkaran Kadafi memang menyabet sejumlah pernghargaan dengan hadiah ratusan juta rupiah. Di dekat penangkaran, berjejer berbagai piala yang diperoleh dari kicau burungnya yang menawan. Di antaranya ada Piala Hamengku Buwono IX, Piala Gubernur DKI Jakarta, Piala Gubernur Jawa Barat.

Tak heran jika kemudian ia didapuk menjadi orang nomor satu organisasi pecinta burung kicau Indonesia, yaitu Ketua Umum Organisasi Pecinta Burung Kicau BnR Indonesia, yang anggotanya berterabaran di seluruh Indonesia. Sampai pada puncaknya, Kadafi mengajak kicau mania untuk berlomba di Istana Negara.

Bersama Presiden Joko Widodo.

Kadafi telah dipercaya menggelar Presiden Cup sejak yang pertama kalinya di masa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono hingga kini di masa Presiden RI Joko Widodo. Kali ini tajuk perlombaan ini bertajuk Jokowi Cup. Kadafi menggelar festival dan pameran Burung Berkicau Piala Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor, 11 Maret 2018.

DI tengah-tengah kesibukannya yang padat mengurusi kampus dan beberapa organisasi, Kadafi ternyata tetap menyisihkan waktu khusus untuk keluarga. Ia adalah ayah dua buah hati dari istrinya, Disa Bahajjad Kadafi. Setiap akhir pekan, Kadafi menghabiskan waktunya dengan istrinya dan dua anaknya, Ratu Kayla Al Hasya dan Muhammad Kiral Al Taim.

Selain itu, Ia juga gmar berbaur dengan kalangan ulama dan santri. Sehingga ia dekat dengan kalangan  alim ulama. Karena itu, walau kesibukan dengan aktivitas di kampus dan juga mengendalikan Kadin Lampung, serta sejumlah unit bisnis yang dipimpinnya, ia tetap saja mengunjungi pesantren-pesantren. Tak heran jika kemudian ia sangat dekat organisasi keagamaan.

Keluarga besar Kadafi memang dekat dengan kalangan ulama. Bahkan salah satu kerabat dekatnya, Syech KH Ali Akbar Marbun adalah Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Jl Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara. Saat ini KH Ali Akbar Marbun adalah salah satu ulama yang terpilih menjadi salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar Ke-33 NU Jombang yang dipilih oleh para Muktamirin. Ahwa bertugas memilih Rois Aam NU.

Saat ini, Kadafi adalah anggota Dewan Pakar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, dan Ketua Departemen Kelembagaan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU) Pusat. Begitulah selayang pandang sosok anak muda menawan dari Lampung ini.[]