Mantan resepsionis itu kini menjadi menjadi jutawan dengan mengantongi saham Alibaba bernilai 320 juta.

Namanya Tong Wenhong. Saat ini menjabat sebagai salah satu Wakil Presiden di Alibaba, perusahaan e-commerce China besutan Jack Ma.

Sebelum sampai pada posisi puncak, Tong Wenhong mengawali karirnya di perusahan itu sebagai resepsionis. Ia bahkan pernah tak lulus tes wawancara ketika pertama kali melamar di sana.

Tong masih berusia 30 tahun ketika bergabung di Alibaba tahun 2000.  Saat pertama melamar, ia mengincar posisi asisten administratif. Lantaran gagal, dia mencoba melamar lagi dan ditawari pekerjaan sebagai pegawai front desk. Seminggu kemudian, ia mengajukan surat mundur lantaran berkonflik dengan rekan kerjanya.

Namun, permintaan mundur itu ditolak. Tong Wenhong mencoba bertahan.  Awal yang tak mulus. Namun, berkat kegigihannya dan kesabarannya, akhir Desember lalu, Tong dinobatkan sebagai ‘rekan paling menginspirasi’ Alibaba.

Ini adalah tantangan besar bagi saya untuk memimpin tim karena dulu saya hanya seorang resepsionis."

Sejumlah rekannya mengaku sering memperkatikan Tong mengerjakan hal yang di luar tanggung jawabnya. Misalnya, mengirimkan jadwal kereta Hangzhou-Shanghai kepada rekan-rekan kerjanya saat perjalanan bisnis ke Shanghai, menyimpan minuman dingin untuk disediakan kepada mereka saat musim panas, atau mendampingi klien yang ingin bertanya seputar pelayanan konsumen.

Setahun kemudian, ia dipindah ke departemen customer support. Tiga bulan setelahnya, ia kembali ke divisi adminiatrasi, namun dipromosikan sebagai direktur.

"Ini adalah tantangan besar bagi saya untuk memimpin tim karena dulu saya hanya seorang resepsionis," ujar Tong dilaporkan  laman Nextshark.

Hingga beberapa tahun sesudahnya,  jenjang kariernya terus meroket. Ia mendapatkan sejumlah promosi mulai dari memanajeri customer service center dan departemen human resources, hingga menjadi wakil presiden di departemen-departemen berbeda dari tahun 2007-2013.

Pada 2013, Alibaba baru meluncurkan kerja sama sistem CNS dengan perusahaan lain dan mendanai Cainiao.com, di mana pendiri Alibaba Jack Ma menjabat sebagai presiden dan Tong sebagai chief operation officer (COO). Entitas baru ini  dibangun untuk menciptakan platform logistik terbuka yang besar dalam lima hingga delapan tahun ke depan dan mengirimkan barang kepada konsumen dalam waktu 24 jam.

Pada  2014, Tong menjadi salah satu dari 27 rekan kerja Alibaba pertama dan satu dari sembilan rekan kerja wanita pertama saat perusahaan itu muncul ke publik pada New York Stock Exchange. Saat itu Alibaba membuat sejarah sebagai IPO Amerika Serikat terbesar yang pernah ada.

Kesuksesan IPO itu mengingatkan ketika Jack Ma mengalokasikan saham perusahaan, dia memberi Tong 0,2% hak kepemilikan saham, Jack Ma mengatakan nilainya akan menjadi 100 miliar ketika Alibaba masuk ke bursama saham nanti. Jack Ma memintanya untuk bertahan di perusahaan, jangan pindah ke perusahaan lain dan dia akan mendapat 100 juta ketika Alibaba go public.

Tong menunggu bertahun-tahun. Namun Alibaba tak kunjung go public. Pada 2004, ia  bertanya kepada Jack kapan Alibaba akan go public. Jack Ma menjawab: segera!  

Pada 2006, dia menanyakan lagi hal yang sama. Jawaban Jack Ma tetap sama: segera!  Namun, hingga beberapa tahun kemudian, Alibaba tak kunjung melantai di bursa. Tong juga tak kunjung mendapat 100  juta.  

Ketika Alibaba akhirnya go public di Bursa Efek New York pada September 2014, valuasinya mencapai 245,7 miliar.

Tong, mantan resepsionis itu kini menjadi menjadi jutawan dengan mengantongi saham Alibaba bernilai 320 juta.

Tong saat ini menjabat sebagai chief people officer Alibaba, yang mengawasi bakat dan budaya organisasi, meliputi pembangunan dan strategi di dalam perusahaan.

Dengan rencana Jack Ma untuk pensiun di tahun depan, Tong diprediksi akan mengemban peran yang lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang sebagai salah satu pemimpin penerus Alibaba.[]