Namanya mulai ramai dibicarakan publik saat dia menjadi direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI), pada usia 46 tahun. Inilah sepak terjang fenomenal Ignatius Jonan

Dalam paparan yang dituangkan eks Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di blog pribadinya, Dahlan mengungkap sejumlah pihak yang berperan dalam keberhasilan RI mengambil alih 51% saham PT Freeport Indonesia. Setidaknya, ada seorang tokoh kunci di balik keberhasilan itu. Dialah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

"Tidak ada yang bisa melihatnya. Selama ini. Tidak juga saya (Dahlan Iskan). Hanya orang seperti Jonan yang berhasil mengintipnya. Yang justru menteri ESDM yang tidak ahli tambang itu. Lewat celah itulah negosiasi bisa mendapat jalannya," kata Dahlan dalam blog pibadinya disway.id yang dikutip detikFinance Minggu (23/12/2018).

Kejelian Jonan yang dimaksud Dahlan adalah kejelian melihat celah negosiasi yang membuat Freeport McMoRan asal Amerika Serikat (AS) akhirnya rela melepas 51% saham miliknya di PT Freeport Indonesia ke Pemerintah Indonesia lewat PT Inalum (Persero).

Dibantu 2 sosok lainnya yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, Jonan menangani isu pajak dan pelanggaran lingkungan sebagai amunisi untuk bernegosiasi dengan Freeport.

Sebelum itu, kata Dahlan, tak ada orang yang cukup jeli seperti Jonan dalam melihat celah tersebut untuk melakukan negosiasi pengambil alihan saham perusahaan tambang di tanah Papua itu. Akibatnya, tak ada yang berhasil mengambil alih saham Freeport sebelum akhirnya 'misi' ini dipercayakan pada Jonan.

"Sudah sejak kapan pun. Kita ingin Freeport dikuasai bangsa. Tapi selalu tersandung batu perjanjian yang tidak bisa dilanggar begitu saja. Kalau pun selama ini salah, itu karena tidak ada yang bermata sejeli Jonan. Dalam melihat celah tersembunyi itu," beber dia.

Siapa Ignasius Jonan?

Kariernya melesat, dari perbankan sampai mengurus kereta api. Meski Sempat diberhentikan dari Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan kembali diangkat Presiden Jokowi menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia sosok yang penuh inovasi dan berani.

Ignasius Jonan sering dipanggil Jonan. Ia lahir di Singapura, 21 Juni 1963. Karier Jonan terbilang tokcer. Setelah lulus kuliah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, ia melanjutkan kuliahnya ke Fletcher School, Tufts University, Amerika Serikat.

Selama di PT Kereta Api Indonesia, Jonan sukses membawa keuntungan pada tahun 2009 sebesar Rp154,8 miliar dibanding setahun sebelumnya mengalami kerugian Rp83,5 miliar.

Namanya mulai ramai dibicarakan publik saat dia menjadi direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI), pada usia 46 tahun. Ia salah satu profesional yang diminta mengurus perusahaan plat merah. Jonan banyak melakukan gebarakan saat menjadi nomor satu di transportasi massal ini.  Mulai dari pemberantasan percaloan tiket, menerapkan sistem boarding pass, tiket daring, hingga penjualan tiket melalui toko ritel.

Toilet stasiun yang awalnya kotor dan harus membayar, kini digratiskan dan diperbanyak jumlahnya sehingga ada di setiap stasiun. Kereta yang belum memiliki AC, dilengkapi AC dan diberi larangan merokok supaya penumpang nyaman dan aman.

Keberhasilan lainya, selama di PT Kereta Api Indonesia, Jonan sukses membawa keuntungan pada tahun 2009 sebesar Rp154,8 miliar dibanding setahun sebelumnya mengalami kerugian Rp83,5 miliar.

Bahkan pada 2013, perusahaan kereta ini telah mencatatkan keuntungan Rp560,4 miliar. Aset PT KAI pun meningkat saat masa kepemimpinannya  dari semula Rp 5,7 triliun pada 2008, menjadi Rp 15,2 triliun pada 2013.

Sebelum sukses di PT KAI, Jonan sempat menjadi direktur pada usia 36 tahun di Citibank. Dari sana, dia menjadi Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), dan kembali lagi di Group Citibank. Waktu itu, Jonan dikenal sosok muda yang cerdas dan profesional.

Prinsip profesionalisme ini selalu dipegang Jonan hingga presiden terpilih Jokowi mengangkatnya menjadi Menteri Perhubungan dalam Kabinet Kerja 2014-2019. Jonan adalah salah satu menteri yang diangkat menjadi menteri dari kalangan profesional.
Dua tahun berjalan menjadi Menteri Perhubungan, Jonan terkena gelombang reshuffle kabinet. Pada 27 Juli 2016, posisinya digantikan oleh anak buahnya Budi Karya Sumadi Direktur Utama PT Angkasa Pura II.

Namun, dua bulan kemudian, Presiden Jokowi yang sejak awal sudah terkesima dengan karakter dan kemampuan kerja Jonan mengangkat kembali menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 14 oktober 2016. Kali ini ia didampingi Arcandra Tahar sebagai wakilnya.

Manteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan dia tidak pernah merasa minoritas meski ia merupakan satu-satunya menteri yang beragama Katolik dalam kabinet Presiden Joko Widodo.

"Saya 100 persen Katolik. Tapi saya juga 100 persen Indonesia," kata Jonan dalam acara Konferensi Nasional Umat Katolik Indonesia di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Menurut Jonan, Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Sejak kecil, ia terbiasa dengan toleransi. Dia memiliki adik kandung yang beragama Islam dan tak pernah mempermasalahkannya. "Karena saya berbineka, toleransi aja enggak apa-apa. Saya punya keyakinan sendiri. Adik saya punya sendiri," ujar Jonan.

Jonan bahkan mengatakan ia juga bakal memperlakukan anaknya dengan cara yang sama. Mantan Menteri Perhubungan ini akan membebaskan anaknya untuk memilih agama sesuai dengan kepercayaan mereka sendiri. "Saya besarkan anak saya dengan agama Katolik. Tapi, kalau dia sudah besar punya keyakinan sendiri, ya enggak apa-apa. Saya fair," kata Jonan.

Menurut Jonan, keyakinan itu tidak seharusnya diperdebatkan. Bapak-bapak bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke telah berbineka sejak awal. "Kalau mau bangsa ini tetap ada ya harus berbineka," ujarnya.


KELUARGA
Istri     : Ratnawati
Anak   : Monica
             Caterine

PENDIDIKAN
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya
Fletcher School, Tufts University, Amerika Serikat

KARIER
Direktur Citibank, 1999-2001  
Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, 2001-2006
Managing Direktor Citigroup, 2006-2009
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia,2009-2014
Menteri Perhubungan Kabinet Kerja Joko Widodo, 2014-2016
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), 2016-2019

">