Komisi Pemilihan Umum Daerah Kalimantan Selatan (KPUD Kalsel) menetapkan nomor urut pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalsel dalam Pilkada 2020. Rapat pleno terbuka proses pengundian nomor urut berlangsung dalam pengamanan ketat aparat kepolisian.

Pasangan H Sahbirin Noor dan H Muhidin mendapat nomor urut 1. Sementara pesaingnya Denny Indrayana-Difriadi Darjad mendapatkan nomor urut 2.

KPU Kalsel rencananya akan menggelar debat bagi kedua pasang kontestan dalam 3 sesi, dan akan disiarkan secara langsung di stasiun tv lokal. "Debat kandidat dilakukan sebanyak 3 kali, pada tanggal 4, 18 dan 28 November," kata Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah.

Edy mengungkap, debat pertama langsung mempertemukan dua calon gubernur, yakni Sahbirin Noor dan Denny Indrayana. Debat kedua mempertemukan calon wakil gubernur, sementara pada debat pamungkas akan mempertemukan kedua pasangan calon. Adapun durasi debat berlangsung 120 menit.

Materi debat diklasifikasikan berdasarkan bidang-bidang dari tiga kali debat yang dilakukan. Tema besar debat akan merangkum persoalan krusial di Kalsel.

Diantaranya kesejahteraan, kemajuan daerah, perekonomian, pelayanan publik, menyelesaikan persoalan daerah, dan menyelaraskan pembangunan daerah dengan nasional. "Saat ini materi debat sedang dirumuskan unsur profesional, akademis dan tokoh masyarakat," ucapnya.

Edy mengatakan teknis pelaksanaan debat kandidat nanti akan berbeda dengan Pilkada 2015 lalu. Jika 5 tahun lalu, debat digelar dengan kehadiran puluhan orang pendukung dan tim pemenangan masing-masing kandidat namun tahun ini dilakukan pembatasan.

Pasalnya penyelenggara mengedepankan protokol kesehatan ketat dengan membatasi peserta hadir dalam ruangan maksimal berjumlah 19 orang.

Terdiri dari masing-masing paslon 2 orang, 4 orang perwakilan tim kampanye, 2 orang perwakilan Bawaslu, serta 5 komisioner KPU Kalsel.

"Akan lakukan koordinasi dengan TNI, Polri dan Gugus Tugas Covid. Baik untuk pengamanan dan penerapan protokol Kesehatan," jelasnya.


Sahbirin Noor-Muhidin

Pasangan Sahbirin-Muhidin didukung sembilan partai, yakni Golkar, PAN, PDI perjuangan, PKS, Nasdem, PKB, PKPI, PSI dan Perindo. Sahbirin Noor yang kerap dipanggil Paman Birin merupakan petahana Gubernur Kalsel periode 2016-2021.

Sedangkan pasangan Birin dalam kontestasi politik mendatang, yakni Muhidin, bukan merupakan sosok orang baru di Pemerintahan.

Bahkan mereka berdua sempat menjadi rival dalam Pilgub Kalsel 2015 lalu yang pada akhirnya dimenangkan oleh Birin dengan perbedaan suara yang tipis.


Denny-Difriadi

Denny-Difriadi didukung koalisi tiga partai, yakni Gerindra, Demokrat dan PPP. Denny Indrayana merupakan sosok akademisi dalam bidang hukum tata negara.

Keahliannya itu mengantarkannya ke lingkaran Istana era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia diangkat SBY menjadi staf Khusus Bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme pada tahun 2008.

Kemudian, kiprah Denny semakin terlihat saat ia diangkat menjadi Wakil Menteri Hukum dan HAM mendampingi Amir Syamsudin sebagai Menkumham periode 2011-2014.

Selain itu, semasa karirnya Denny pernah menjadi anggota tim hukum paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang kalah dalam sengketa Pilpres 2019 di MK. Ia pun sempat menjadi tim kuasa hukum Pemprov DKI Jakarta dalam sengkarut sengketa lahan stadion BMW.

Sedangkan Difriadi tercatat sebagai Wakil Bupati Tanah Bumbu pada Periode 2010-2015 lalu. Pria kelahiran tahun 1961 ini juga telah melalang buana di birokrasi pemerintah.


Selain itu, Muhidin juga sempat menjabat sebagai Wali Kota Banjarmasin periode 2010-2015. Semasa menjabat sebagai Wali Kota, Muhidin sempat tersandung dugaan kasus gratifikasi atau suap.

Dugaan kasus suap itu bermula saat Muhidin selaku pemilik perusahaan tambang batu bara PT Binuang Jaya Mulia diduga memberikan uang pelicin kepada Adriansyah.

Saat itu, Muhidin menjabat sebagai Bupati Tanah Laut, untuk menyelesaikan Tapal Batas wilayah antara Kabupaten Tanah Laut dengan Kabupaten Tanah Bumbu tepatnya di Desa Sungai Cuka.

Namun pada Juli 2014, penyidikan dua orang tersebut dihentikan. Sebab kejaksaan yang telah menerima berkas dari Polri menyatakan alat bukti tidak lengkap.


Denny Indrayana Lawan Petahana Kalsel Sokongan 9 Parpol

Ia pun pernah menjabat sebagai Camat Sampanahan Kabupaten Kotabaru, kemudian Kabag Pembangunan Setda Kabupaten Kotabaru, hingga Kepala Dinas Tata Bangunan Kabupaten Tanah Bumbu.