"Penurunan hingga 40 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Apartemen di Jakarta makin menurun karena harga mahal sekarang bergeser ke pinggiran," kata Director Research Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, Jumat (18/9/2020).

Anton bilang, saat ini, pasokan kondominium di Jakarta, mencapai 173 ribu unit. Jumlah tersebut mencakup yang telah selesai, sudah beroperasi dan ditempati beberapa tahun lalu. Sementara, pasokan apartemen baru di wilayah Jakarta, mencapai 40 ribu unit. Dari jumlah tersebut, baru terjual 54% dengan penyerapan terbanyak di kategori upper middle sebanyak 65%. "Pasokan baru berasal dari Jakarta Selatan, total dari semua pasokan mendatang di Jakarta hanya 40 ribu unit, karena pasokan sudah melebar ke Jabodetabek," jelasnya.

Sedangkan apartemen di kawasan Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), jumlahnya mencapai 110 ribu unit yang sudah beroperasi. Terbanyak berada di Tangerang dan Bekasi dengan segementasi lower-middle 51,7%, dan upper-middle 47,4%.

Berbeda dengan di Jakarta, menurut Anton segmentasi apartemen di kawasan Bodetabek memiliki range yang lebih murah. Semisal, untuk kelas bawah dibanderol Rp13 juta per meter-persegi, kelas menengah Rp13 juta sampai Rp23 juta per meter-persegi, dan kelas atas Rp23 juta per meter-persegi. "Kondisi pandemi saat ini tidak hanya berpengaruh pada penjualan, tapi juga proyek baru. Saat ini peluncurakan proyek baru turun 85 persen," jelasnya.

Menurutnya, banyak pengembang yang masih menunda peluncuran proyek terbaru dan memilih untuk memasarkan proyek yang telah ada. "Dari segi penjualan di Bodetabek belum terlalu besar hanya 42 persen di semester I atau mencapai 3.000 unit, tahun lalu 7.000 unit," ungkapnya.