Di Papua, PT Istaka juga membangun jembatan Habema - Mugi dengan total 350m, terdiri dari 14  jembatan di lintas Trans Papua.

Sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan pembangunan jembatan di lintas Trans Papua dilaporkan dibunuh oleh kelompok bersenjata pada 2 Desember 2018. 

PT Istaka Karya merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang jasa dan konstruksi umum. Pada awalnya, perusahaan ini bernama PT ICCI (Indonesian Consortium of Construction Industries). 

Mengutip laporan profil BUMN yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN pada 2017, perusahan ini awalnya terdiri atas 18 perusahaan konstruksi besar di Indonesia. Pada 11 April 1986 pemerintah memutuskan perusahaan konsorsium dalam wadah PT ICCI (Persero) dilebur dan berganti nama menjadi PT Istaka Karya (Persero) lewat akte pendirian No. 01 tahun 1986. Akte Pendirian ini diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia 28 Agustus 1986 Nomor 69. 

Bisnis utama perusahaan meliputi pembangunan bidang konstruksi, industri, pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agroindustri, perdagangan, pengelolaan kawasan, layanan jasa peningkatan kemampuan bidang jasa konstruksi, teknologi informasi, serta kepariwisataan. 

Beberapa proyek yang pernah dikerjakan diantaranya pembangunan jembatan Barelang paker V, pembangunan jalan tol Cikampek - Padalarang, pembangunan jalan tol Palimanan-Kanci serta jalan tol JORR seksi IV (Jatiasih - Cikunir). 

Perseroan memiliki kantor pusat di Jakarta dengan dua divisi operasi. Divisi Operasi I meliputi cabang wilayah Sumatera, cabang wilayah Aceh dan Sumatera, cabang wilayah Sumatera bagian selatan, dan cabang wilayah DKI, Banten, dan Jabar. 

Sedangkan Divisi Operasii II meliputi cabang wilayah Kalimantan, Jawa Tengah, Yogyakarta, cabang wilayah timur, cabang Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. 

Dalam perjalannya, Istaka Karya mengembangkan konstruksi berstandar internasional. Pada 1997, Istaka Karya mendapat sertifikat Sistem Jaminan Mutu ISO-9002 dari SGS ICS Inggris. 

Pada 2002, Presiden Indonesia menyerahkan Medali Perak dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Istaka juga mendapat pengakuan dalam penerapan Sistem Manajemen OHSAS 18001;2007 dan lingkungan ISO-14001:2004 dari WQA pada 2008. 

Beberapa proyek yang pernah dikerjakan diantaranya pembangunan jembatan Barelang paker V, pembangunan jalan tol Cikampek - Padalarang, pembangunan jalan tol Palimanan-Kanci serta jalan tol JORR seksi IV (Jatiasih - Cikunir). 

Saat ini PT Istaka Karya dipimpin oleh Sigit Winanto sebagai Direktur Utama. 

Di Papua, PT Istaka juga membangun jembatan Habema - Mugi dengan total 350m, terdiri dari 14  jembatan di lintas Trans Papua. Kontrak dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditandatangani pada tanggal 15 Desember 2016. 

Tragedi pembunuhan terjadi terhadap pekerja yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Jembatan ini merupakan salah satu dari 14 jembatan yang akan dibangun Istaka Karya. 

Saat ini pengerjaan jembatan Yigi sudah memiliki progres 70 persen. Sesuai kontrak yang diberikan Kementerian PUPR, jembatan ini akan rampung pada 2019.

Dari 14 proyek itu, yang sudah dan sedang dikerjakan baru 11 jembatan. Sisanya belum dimulai.[]