Provinsi Jawa Tengah menjadi primadona baru dalam hal investasi. Saat ini banyak perusahaan asal Tiongkok dan Jepang yang siap merelokasi pabriknya ke sana. Selain karena lahannya masih murah, upah tenaga kerja di Jateng masih sangat terjangkau bagi pengusaha.

Hanya saja, kesempatan emas itu akan terbuang sia-sia apabila pemerintah daerah tidak serius mengembangkan wilayahnya. Demikian dilontarkan ekonom senior Rizal Ramli yang menilai Jawa Tengah memiliki potensi yang besar untuk memajukan perekonomian daerah. 

"Kalau gubernurnya agresif untuk mengundang investor dari luar negeri untuk mendirikan industrinya di Jawa Tengah itu sangat menarik. Apalagi banyak pabrik-pabrik di Tiongkok mulai keluar dari Tiongkok untuk relokasi, itu potensi untuk bisa ditarik ke Jawa Tengah," ujar Rizal Ramli dalam acara Ngobrol Perkembangan Indonesia Bareng RR melalui virtual, belum lama ini.

Karena itu, sambung Rizal, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo wajib mempunyai visi untuk membangun Jawa Tengah. Rizal menyebut tidak bisa hanya modal populer saja untuk memimpin provinsi sebesar Jawa Tengah.

Rizal menambahkan, Jawa Tengah sebenarnya memiliki banyak kelebihan, terutama sumber daya manusia yang dikenal rajin dan ulet dalam bekerja. Daerah pantai utara Jawa Tengah juga mempunyai potensi untuk dijadikan basis industri menyerupai kawasan Bekasi di Jawa Barat.

Itu sebabnya, Rizal Ramli berharap Ganjar memberikan visi dan strateginya untuk membangun ekonomi. "Pak gubernur terlalu sibuk main TikTok, dia pikir kalau populer masalah akan selesai," sindir Rizal.