Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan pentingnya peran nagari dalam membentuk karakter generasi muda.

“Tugas nagari melatih dan mendidik anak kemenakan agar mereka tahu dengan adat istiadat, ninik mamak harus berperan terkait pemahaman adat, sako dan pusako,” ungkapnya pada kunjungan kerja ke Kantor Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok.

Menurut dia, pemahaman generasi muda terhadap kearifan lokal di Ranah Minang mesti dikembalikan.

“Pembiayaannya kita upayakan melalui kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota nantinya,” terang Wagub.

Disamping itu, tuturnya, pendidikan agama dan pendidikan karakter juga merupakan modal dasar bagi generasi muda guna menghadapi era globlisasi yang penuh dengan berbagai godaan.

“Termasuk bagaimana penerapan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS/ SBK),” katanya.

Menyoal investasi, Wagub menyayangkan adanya keluhan dari sejumlah investor. Provinsi Sumbar membutuhkan pembangunan disegala bidang. Akan sulit jika hanya mengandalkan APBD. Untuk itu diharapkan adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh stake holder terkait.

“Sampai hari ini Sumbar dicap tertutup untuk investasi, persoalan tanah ulayat menjadi momok, bahkan pengusaha Minang sendiri enggan berinvestasi di Sumbar,” jelas Wagub.

Menyikapi ini, tutur Wagub, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, tokoh masyarakat, niniak mamak, para perantau, pemuda dan kalangan investor guna pembangunan Sumbar kedepan.

Terakhir Wagub Nasrul juga menyinggung perlunya penerapan protokol kesehatan pada masa Pandemi COVID-19.

“COVID-19 ini berbahaya, kalau tidak kita ikuti protokol kesehatan. Kita harus menyesuaikan, adaptasi kebiasaan baru, mudah-mudahan vaksin COVID-19 segera ditemukan,” ucapnya.