Qatar beralasan tak memiliki pengaruh di OPEC sebab tak punya hak suara, sehingga mereka memilih fokus mengurus potensi dalam negeri.

PERNYATAAN resmi Qatar yang cabut dari keanggotaan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries atau Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi) cukup mengejutkan. Apalagi keputusan ini dikait-kaitkan dengan perselisihan diplomatik antara Qatar tengan Arab Saudi, sebab menuding Qatar melindungi teroris.

Qatar memang negara bernomor urut ke-11 sebagai penghasil minyak di antara negara-negara lain yang tergabung dalam anggota OPEC. Secara formal, Qatar beralasan tak memiliki pengaruh di OPEC sebab tak punya hak suara, sehingga mereka memilih fokus mengurus potensi dalam negeri.

OPEC adalah organisasi yang bertujuan menegosiasikan masalah-masalah mengenai produksi, harga dan hak konsesi minyak bumi dengan perusahaan-perusahaan minyak. OPEC didirikan pada 14 September 1961 di Bagdad, Irak. Saat itu anggotanya hanya lima negara. Sejak tahun 1965 markasnya bertempat di Wina, Austria.

Indonesia termasuk salah satu anggota OPEC yang bergabung sejak 1962. Pada Mei 2008, Indonesia mengumumkan bahwa keluar dari OPEC pada akhir 2008 sebab telah menjadi importir minyak (sejak 2003) atau net importer serta tidak mampu memenuhi kuota produksi yang telah ditetapkan.

Tetapi setelah dilakukan rapat, Indonesia hanya disuspen dari keanggotaan OPEC. Indonesia kembali menjadi anggota OPEC secara resmi pada 2014. Indonesia keluar kembali pada 30 November 2016, akibat kebijakan OPEC untuk menurunkan produksi minyak Indonesia sebanyak 37.000 barel perhari, untuk menghentikan penurunan harga minyak.

Anggota OPEC

Afrika

  • Aljazair (1969)
  • Angola (1 Januari 2007)
  • Libya (Desember 1962)
  • Nigeria (Juli 1971)

Timur Tengah

  • Arab Saudi (negara pendiri, September 1960)
  • Iran (negara pendiri, September 1960)
  • Irak (negara pendiri, September 1960)
  • Kuwait (negara pendiri, September 1960)
  • Qatar (Desember 1961)
  • Uni Emirat Arab (November 1967)

Amerika Selatan

  • Ekuador (1973–1993, kembali menjadi anggota sejak tahun 2007)
  • Venezuela (negara pendiri, September 1960)

Anggota yang keluar

  • Gabon (keanggotaan penuh dari 1975–1995)

Anggota Suspen

  • Indonesia (anggota dari Desember 1962–Mei 2008), kembali bergabung pada 2014, lalu dikeluarkan lagi pada 2016.