Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia adalah perantara antara penjual dan pembeli produk komoditas berjangka. Apa saja fungsinya?

Selain bursa saham dan bursa mata uang asing, Indonesia juga memiliki pasar transaksi perdagangan komoditas berjangka. Namanya Indonesia Commodity and Derivatives Exchange. Biasa disingkat ICDX. Dalam bahasa Indonesia disebut Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI). 

Layaknya sebuah bursa, transaksi di ICDX bisa dilakukan untuk tujuan lindung nilai (hedging) maupun untuk mendapat keuntungan margin investasi. Aktivitas jual-beli di ICDX dapat digolongkan dalam sistem transaksi multilateral. Setiap orang yang melakukan transaksi di bursa ICDX tidak mengetahui dengan siapa transaksi dilakukan. Apalagi, transaksi di ICDX dapat dilakukan melalui platform aplikasi yang dinamakan SmartTader. 
 
Berdiri sejak 2007, ICDX dikelola oleh perusahaan perseroan. Namanya PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia. Transaksi perdana dilakukan pada 10 Desember 2009 berupa perdagangan perdana kontrak berjangka komoditi emas. 

Sejak 2017, ICDX dipimpin oleh Lumbertus Lamon Rutten sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang pernah menjabat Direktur Pelaksana Multi Commodity Exchange of India (MCX).

ICDX menyediakan tempat transaksi untuk empat kelompok komoditi: 
1. Agri, meliputi minyak sawit (CPO) dan Olein 
2. Mata uang, mencakup pasangn mata uang yang biasa diperdagangkan di pasar forex. 
3. Metal atau logam, termasuk emas dan timah 
4. Foreign Future Market, meliputi kontrak-kontrak komoditas berjangka yang diperdagangkan secara global termasuk perak, platinum, minyak mentah, kopi, jagung, dan lain-lain. 

">

Produk-produk yang diperdagangkan harus memenuhi standar internasional. Untuk emas, misalnya, harus sudah diuji dan mendapat sertifikasi dari PT Antam yang telah diakui pasar dunia. Sedangkan untuk timah, harus diuji dan diverifikasi kualitasnya oleh PT Surveyor Indonesia Persero (SIP).  

Sejak 2017, ICDX dipimpin oleh Lumbertus Lamon Rutten sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang pernah menjabat Direktur Pelaksana Multi Commodity Exchange of India (MCX). Lamon Rutten dipilih untuk memimpin ICDX karena punya pengalaman lebih dari 30 tahun di pasar komoditas. Ia juga anggota World Bank's Internationl Task Force for Commodity Rsk Management in Developing Countries.

Sejumlah perusahaan yang tercatat sebagai anggota ICDX diantaranya Bakrie Plantation, Solid Gold Berjangka, PT Timah, PT Agrodana Futures, PT Refined Bangka Tin, CIMD Futures Indonesia, PT Rajhen Ariq Bangka Belitung, PT Belitung Industri Sejahtera, PT Palm Mas Asri, Sampoerna Agro, Wilmar, Daewoo International dan lain-lain.[]