Pemerintah mengkaji sejumlah usulan dan rencana kebijakan penanganan Covid-19 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Semester II 2020. Salah satu dari usulan itu adalah memberikan reward bagi tenaga kesehatan (nakes) dan non-nakes sebagai ucapan terima kasih dari pemerintah.

"Presiden mempertimbangkan untuk memberikan reward, ini semacam kayak gaji ke-13 nya," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, (10/8/2020).

Namun, belum menjelaskan bentuk dan besaran gaji ke-13 ini karean sedang dalam tahap pengkajian.

Saat ini, anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 sudah mencapai Rp 87,55 triliun. Untuk mempercepat penyaluran, maka ditampunglah sejumlah usulan dan inovasi kebijakan baru di kementerian dan lembaga.

Untuk program kesehatan, usulannya mencapai Rp 23,3 triliun. Usulan ini terdiri dari empat kebijakan utama, salah satunya terkait tenaga kesehatan.

Selain gaji ke-13, sudah ada usulan untuk memperpanjang insentif bagi tenaga kesehatan. Dari saat ini hanya sampai September 2020, menjadi Desember 2020. Lalu, usulan perluasan insentif untuk non-nakers, seperti tenaga laboratorium Rumah Sakit sampai dengan Desember 2020.

Selain kebijakan baru untu tenaga kesehatan, ada juga usulan kebijakan untuk mempercepat proses pengadaan alat kesehatan, kebijakan sosialisasi patuh protokol kesehatan, hingga kebijkan pengadaan vaksin Covid-19.

Selain bidang kesehatan, sudah ada juga usulan kebijakan perlindungan sosial sebesar Rp 18,7 triliun. Bentuk usulannya beragam, di antaranya seperti bantuan pesantren Kementerian Agama Rp 2,6 triliun, bantuan besar untuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Rp 4,6 triliun.