Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Tjahjo Kumolo mengatakan, tujuan pemerintah mencairkan gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah untuk meringankan biaya pendidikan saat memasuki tahun ajaran baru.

Tjahjo Kumolo berharap, pencairan gaji ke-13 tersebut bisa meringankan beban PNS selama pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 seperti sekarang.

"Pencairan pada tahun ini memang lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak diadakannya gaji ke-13 tahun 2004. Niat pemerintah selama ini memberikan gaji ke-13 prioritas utama untuk menyekolahkan anak di tahun ajaran baru pendidikan," kata Tjahjo Kumolo, Senin (10/08/2020).

Oleh sebab itu Tjahjo Kumolo berpesan, gaji tersebut bisa disisihkan untuk konsumsi lainnya jika memungkinkan. Dengan begitu, konsumsi masyarakat bisa bergerak. "Kalau ada sisa harapannya untuk membeli kebutuhan konsumsi keluarga," ujarnya.

Mantan Menteri Dalam Negeri itu menambahkan, gaji ke-13 diberikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, konsumsi rumah tangga selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan.

"Setidaknya ASN ikut mendukung pertumbuhan ekonomi dengan belanja konsumsi. ASN harus produktif sehat ikuti protokol kesehatan dan ikut serta belanja konsumsi rumah tangga yang perlu dalam upaya ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tegasnya.