Anggota Komisi X DPR Ali Zamroni menyebut pihaknya belum diajak berkonsultasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim soal keputusan pembukaan kegiatan belajar tatap muka di sekolah di zona kuning Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

"Dengan Komisi tidak pernah ada pembicaraan tentang ini," kata Ali Zamroni di Jakarta, Senin (10/08/2020).

Anggota Fraksi Partai Gerindra di DPR itu menyebut, Komisi X akan langsung menggelar rapat kerja dengan Nadiem Makarim usai masa reses berakhir minggu depan.

Ali Zamroni menilai, keputusan pembukaan sekolah di zona kuning oleh Nadiem Makarim sebagai langkah yang tergesa-gesa. Hal itu, kata dia, justru menandakan Kemendikbud gagap dalam merespons program pembelajaran pada masa pandemi COVID-19.

"Ini adalah sebuah reaksi dari kegagapan program pembelajaran pada masa pandemi oleh Kemendikbud," kata Ali Zamroni. 

Ali Zamroni mengakui kebijakan pembukaan sekolah di zona kuning penularan COVID-19 kali ini masih bersyarat. Hal itu ditandai dengan keharusan persetujuan dari pihak sekolah dan orangtua murid untuk memulai kembali kegiatan tatap muka.

Dia juga menyarankan keberadaan kurikulum darurat Kemendikbud di masa pandemi COVID-19 yang holistik dan terukur.

"Supaya bisa maksimal dan terukur secara efektif kurikulum pembelajaran tersebut, sehingga menjadi solusi yang tepat," kata dia.

Ali Zamroni menilai penerbitan kurikulum darurat di saat ada kebijakan yang membolehkan sekolah tidak melaksanakan tatap muka. "Tapi menjadi sebuah pelarian atas desakan permasalahan yang harus diselesaikan oleh Kemendikbud," tegasnya.