Kata Jonan, di tengah banyaknya pekerja yang dirumahkan bahkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pandemi COVID-19, ternyata ada peluang bisnis baru. Menurut Jonan yang pernah berkarir sebagai menteri perhubungan ini, sedikitnya ada empat sektor bisnis yang diprediksi bakal berkembang pesat dalam 25 tahun mendatang.

Ke-empat sektor bisnis tersebut, kata Jonan, adalah belanja online, bisnis energi yang berkelanjutan (renewable energy), kendaraan listrik, sampai kegiatan bisnis yang lebih ramah lingkungan (eco friendly). Menjamurnya bisnis belanja online karena terbatasnya ruang gerak manusia akibat pembatasan sosial, ke depan, bisnis ini diyakini akan menjadi tren yang akan terus berlanjut.

Selanjutnya, Jonan yang dibesarkan Dahlan Iskan sebagai Dirut KAI itu, menyebut Amazon yang didirikan Jeff Bezos, orang terkaya sejagad, meski perusahaannya belum berumur 25 tahun. Saat ini, perusahaan dengan berkode saham AMZN di Bursa Nasdaq ini, nilai kapitalisasi pasarnya mencapai US$1,59 triliun.

Tak hanya itu, pandemi juga menyebabkan terjadinya revolusi di bidang pendidikan karena saat ini kegiatan belajar mengajar sudah menggunakan teknologi informasi. "Future economy bukan lagi battle of capital, tapi battle of ideas, battle of creativity, bukan lagi melihat skala bisnis," kata Jonan, dalam webinar yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Minggu (8/8/2020).

Bisnis lainnya yang juga akan booming ke depan adalah di bidang energi terbarukan, seperti energi yang bersumber dari tenaga angin, tenaga listrik dari matahari, biomassa, pembangkit listrik tenaga air (PLTA). "Pandemi diakibatkan inbalance of the nature, ada tekanan polusi luar biasa membuat banyak virus baru bermutasi dan menulari manusia," kata dia.

Untuk mengurangi polusi tersebut, bisnis lainnya yang juga akan menjadi sumber ekonomi masa depan adalah kendaraan listrik. Ia menyebut, nilai valuasi Tesla, perusahaan asal Amerika Serikat, meskipun kapasitas produksi kendaraanya tak mencapai satu juta unit per tahun, tapi secara valuasi perusahaan, sudah mengungguli Ford Motor Company, yang berdiri sejak 1903.

Saat ini, market capitalization atau kapitalisasi pasar Ford di New York Stock Exchange (NYSE), sudah mencapai US$ 26,81 miliar. Sedangkan, Tesla Inc, yang tercatat dengan kode saham TSLA di bursa Nasdaq, nilai kapitalisasi pasarnya sudah mencapai hampir US$ 271 miliar.