Pertarungan Presiden Jokowi bukanlah mudah. Ia bertarung mengatasi penyebaran pandemi secara bersamaan juga harus kerja keras menyelamatkan ekonomi yang serba susah.

Perjalanan membuktikan pilihan Pak Presiden untuk tidak lockdown beberapa bulan yang lalu adalah pilihan terbaik, pilihan matang, dan penuh pertimbangan.

Benar ekonomi kita menyusut (tumbuh) minus 5 persen. Namun bisa dibayangkan akan menyusut minus lebih dalam lagi andai Pak Jokowi memilih pilihan LOCKDOWN.
Pertumbuhan ini juga tidak buruk jika dibandingkan dengan pertumbuhan negara lain, khususnya negara tetangga yang jauh lebih dalam.

Penyebaran COVID-19 juga benar belum bisa teratasi hingga saat ini. Namun kita sejujurnya harus mengapresiasi capaian ini, karena kita sudah jauh lebih siap saat ini dibanding beberapa bulan lalu ketika pandemi ini masuk ke Indonesia. Hal itu bisa terlihat dari saat ini tingkat penyembuhan yang semakin tinggi, dan mortaliti yang jauh turun dibanding awal ketika pandemi ini datang.

Menutut data dari “covid19.co.id”  pada bulan april 2020, tingkat kesembuhan jika terkena corona adalah 7,5 persen, dan pada bulan agustus 2020 tingkat kesembuhan sudah 64 persen.

Demikian juga dengan tingkat kematian. Pada April tingkat kematian adalah 8,1 persen, namun perlahan mulai turun pada Agustus 2020 menjadi 5 persen.

Ini menggambarkan, pemerintah terus bekerja keras, melakukan upaya apapun untuk menyelamatkan 267 juta masyarakat. Ini menggambarkan pemerintah siap dan terus berbenah, menyiapkan segala perangkat untuk menjawab persoalan.

Pak Jokowi terus melakukan evalusi dari waktu ke waktu, memantau perkembangan dan mengambil pilihan yang dianggap akan segera bisa menjawab soal penyebaran pandemi dan juga soal ekonomi ini.

Beliau membentuk tim penanganan COVID-19, dengan ketua pelaksana Menteri BUMN, Erick Thohir.

Kita berharap banyak dari tim ini yang akan bergerak cepat, mengambil langkah-langkah strategis untuk penanganan kesehatan/penyebaran pandemi serta secara bersamaan mengurus soal ekonomi.

Soal kesehatan, sudah langsung diurus oleh tim ini, melalui salah satu BUMN yaitu Bio Farma, yang telah/akan melakukan uji vaksin fase 3 saat ini. Produksi vaksin oleh Bio Farma hingga 250 juta sudah disiapkan jika uji fase 3 ini berhasil. Kita benar berharap ini akan menjadi jawaban akan penyebaran pandemi ini.

Hal lain, kita berharap akan ada langkah langkah strategis untuk penanganan ekonomi ke depan karena ini juga tidak kalah pentingnya, tidak berjaga jaga atau salah urus, bangsa ini akan masuk ke hal yang sulit dipresiksi.

Triwulan ke 2 pertumbuhan minus 5 persen, kita berharap akan ada pertumbuhan yang lebih baik pada triwulan ke 3 ke depan, sehingga efek yang ditimbulkan di masyarakat tidak akan semakin sulit, dan recovery ekonomi ke bulan atau tahun berikutnya jauh lebih mudah.

Bangsa ini harus benar kerja keras, konsentrasi, pemerintah harus melakukan semua upaya, BUMN harus mengambil bagiannya sebagai penggerak ekonomi, demikian juga masyarakat harus kerja keras melakukan bagiannya agar kita tidak jatuh ke resesi yang lebih rumit ke depan.

Kita harus bangkit, supaya kita tidak masuk resesi. Saatnya kita memberikan dukungan penuh kepada pemerintah. Saatnya kita bergandengan tangan, menyebarkan optimisme, bahwa bangsa ini akan bisa melalui masa-masa sulit ini.

Saatnya kita sejenak tidak terlalu mengait-ngaitkan kesulitan kesehatan dan ekonomi ini dengan isu politik, termasuk pergantian menteri atau reshuffle.

Benar, reshuffle menteri bukan suatu yang tabu bagi negara demokrasi. Reshuffle adalah hal biasa. Reshuffle layak jika memang itu menjadi kebutuhan.

Namun biarkanlah itu menjadi keputusan Pak Presiden, biarkanlah Presiden melakukan langkah itu. Biarkan juga menteri-menteri melakukan upaya dan kerja kerasnya tanpa tekanan politik yang akan bisa mengganggu konsentrasi mereka bekerja.

Jika sulit bekerja sama karena beragam alasan, minimal jangan menciptakan kegaduhan kegaduhan politik, karena itu sangat menguras energi kita saat saat sekarang ini.

Percayalah, jika seseorang menteri tidak lagi cocok dengan tuntutan situasi dan program/visi presiden, atau kurang maksimal, kita punya Pak Jokowi yang bisa melihatnya dan mengambil keputusan untuk itu. Dan jika itu kebutuhan pasti akan dijalankan beliau.

Untuk itu, kepada semua kawan kawan Bara JP di seluruh tanah air, DPD, DPC, dan BPLN, mari kita dukung penuh pemerintah, tetap melakukan dan aktif berkampanye minimal keharusan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Tetap melakukan aktifitas keseharian, melakukan upaya-upaya untuk memotong isu provokatif yang saling menyalahkan, isu pesimisme bahwa pemerintah kurang optimal atau kurang siap.

Jika memungkinkan ikut melakukan upaya membantu pemerintah menggerakkan ekonomi sesuai dengan kemampuan dan situasi masing-masing.

 

Viktor S Sirait
Ketua Umum Bara JP