Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan temuan 79 persen warga sangat atau cukup percaya bahwa Presiden Joko Widodo mampu membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi lantaran pandemi Covid-19.

Sedangkan, jumlah warga yang kurang percaya sebesar 18 persen, tidak percaya sama sekali 1,6 persen dan tidak tahu 1,7 persen.

Survei tersebut dilakukan kepada 1.203 responden yang terpilih secara random dengan margin of error 2,9 persen, yang dilakukan melalui wawancara telepon pada 29 Juli hingga1 Agustus 2020.

"Data ini menunjukkan bahwa Presiden atau pemerintah secara umum itu memiliki legitimasi yang cukup kuat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi krisis ekonomi akibat wabah Covid-19, Presiden di tangannya ada legimitasi publik, atau publik percaya kepada Presiden bahwa peristiwa ini akan mampu diatasi," jelas
Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad saat Webinar SMRC Survei Opini Publik Nasional Ekonomi Covid-19 dan Persepsi Publik Tentang Investasi pada Minggu (9/8).

Saidiman menambahkan bahwa kepercayaan publik kepada Presiden mengalami peningkatan. Hal itu dilihat dari survei pada bulan Mei minggu ketiga lalu hingga sekarang.

Pada survei 20 Mei 2020 lalu tingkat kepercayaan warga kepada Presiden untuk membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi karena pandemi Covid-19 yaitu 69 persen, kini perlahan meningkat.

Sedangkan, persespi publik terhadap kondisi ekonomi rumah tangga mereka saat ini menunjukkan 69 persen mengatakan lebih buruk dari sebelum wabah. Tren persepsi akan kondisi ekonomi rumah tangga lebih buruk dari sebelum wabah, perlahan turun dibandingkan survei pada 20 Mei 2020 lalu yaitu 83 persen.

Namun, Saidiman menjelaskan dapat dilihat meski masyarakat masih menilai kondisi ekonomi Indonesia saat pandemi lebih buruk dari tahun lalu, tingkat kepercayaan kepada Presiden masih tinggi dan cenderung meningkat.

Sebab, persepsi negatif publik terhadap ekonomi baik rumah tangga maupun ekonomi nasional ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap bagaimana tingkat kepercayaan publik terhadap kemampuan Presiden membawa negara ini keluar dari krisis.

"Ini adalah modal besar yang penting buat pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi krisis," jelasnya.