Melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra yang dihelat di Hambalang, Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Sabtu (08/08/2020), Prabowo Subianto kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra untuk Periode 2020-2025.

Pimpinan sidang pleno, Ahmad Muzani pun molontarkan pertanyaan kepada para kader apakah setuju Prabowo kembali jabat Ketum Partai Gerindra atau tidak. Para kader pun serempak menjawab setuju.

"Dengan mengucap Alhamdulilahirabbil alamin, maka kekosongan kepemimpinan partai hanya berlangsung dua menit. Dan pimpinan sidang akan segera mengetok palu berarti kita telah kembali memiliki ketua umum dan ketua dewan pembina," ujar Ahmad Muzani, Sabtu (08/08/2020).

Muzani pun kemudian mengucapkan selamat kepada Prabowo yang terpilih kembali sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

Berbagai komentar, baik positif maupun negatif pun bermunculan. Entah itu di laman media sosial (medsos) Partai Gerindra atau di laman medsos pribadi masing-masing. Meski tak menyebut nama Prabowo Subianto secara langsung, Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu di akun twitter-nya @msaid_didu menulis narasi yang mengungkapkan kekecewaan, Sabtu (08/08/2020). 

"Saya tertipu ?
Awal masa jabatan, sepertinya saya berharap ybs jadi motor perubahan untuk perbaikan shg setiap ada yg meragukan ybs, selalu saya bela. Tapi sepertinya ybs tdk lebih adalah penikmat jabatan."

Said Didu menulis kata "Saya tertipu?", seolah ingin menekankan bahwa kata tersebut menunjukkan rasa kecewanya yang teramat dalam dengan terpilihnya kembali Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Tampaknya Said Didu berharap ada keajaiban dengan digelarnya KLB Partai Gerindra yang terkesan mendadak tersebut. Entah keajaiban apa, namun bisa saja Said Didu menginginkan Ketua Umum Partai Gerindra tak lagi dijabat Prabowo. 

Menanggapi cuitan Said Didu yang terksan samar itu, hampir semua pengikut (follower) akun @msaid_didu menunjuk satun sosok yang juga dibuat samar dengan kata 'timbul'. Bagi masyarakat Indonesia yang rajin mengikuti orasi Prabowo Subianto saat masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, pasti akan selalu ingat dengan narasi Prabowo yang diucapkan secara terus menerus dan berulang. 

"Saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat."

Tampaknya nama Timbul pada akhirnya juga akan melekat pada diri Prabowo Subianto. Kata 'timbul' inilah kemudian yang kerap disebut follower Said Didu untuk membalas cuitannya .

Beberapa contoh di antaranya adalah:

Akun @perindukeadilan menulis: Apa yg dimaksud pak timbul

Sementara akun @iskandar__fauzi menimpali dengan pertanyaan dan pernyataan, "Kecewa dengan pak timbul ya bang,saya pun sangat kecewa."

Akun @NanangH20078753 berkomentar, "Bukan bapak saja yg tertipu. Tapi jutaan orang tertipu." disertai emoticon sosok yang sedang menepuk kening/jidat.

Sebaliknya ada juga komentar terkait dengan cuitan Said Didu yang mengaku tertipu seperti, akun @StartF11 yang mereply pernyataan Said Didu. "Sekelas pak said bisa tertipu ,mungkin gara2 jadi manusia merdeka tertipunya pak."

Tak hanya itu, akun @johanwahyudiono turut membalas pernyataan Said Didu dengan mengatakan, "Kita semua tertipu, kedepan jangan tertipu lagi..InsyaAllah."

Akun @TAUBATDIRI juga menulis, "Bukan cuma anda pak yang tertipu hampir seluruh rakyat Indonesia tertipu. Mungkin hanya yang golput yang gak tertipu oleh Pak Dhe Timbul."