Meski masih empat tahun lagi, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menilai Prabowo Subianto tak lagi layak didukung pada Pilpres 2024. Masa Prabowo dinilai sudah habis sementara calon muda banyak yang bermunculan.

“Bagi kami PS (Prabowo Subianto) sudah selesai, masih banyak kader muda yang layak pimpin negeri ini ke depan, 2024 saatnya yang muda yang berkarya,” kata Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif, Minggu (9/8/2020).

Ketimbang Prabowo, masih banyak kader Gerindra yang lebih muda untuk memimpin Indonesia. Termasuk dari partai lain atau dari kalangan profesional.

“Banyak juga kader muda Gerindra yang berpotensi pimpin negeri. Dari partai lain dan profesional juga banyak yang layak pimpin negeri,” kata dia.

“Banyak tokoh muda ada SSU (Sandiaga Salahudin Uno), Wagub DKI (A Riza Patria), Gubernur DKI (Anies Baswedan), AA Gym, UAS (Ustaz Abdul Somad, HRS (Habib Rizieq Shihab), dan lain-lain,” ungkap Slamet.

Gerindra sebelumnya meminta langsung kepada ketua umumnya Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024.

Permintaan itu diungkapkan langsung dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Meski diminta secara langsung, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo belum memutuskan apakah akan maju di Pilpres 2024 atau tidak.

Prabowo meminta waktu satu tahun atau lebih kepada peserta KLB.

“Pak Prabowo tadi di hadapan KLB mengatakan bahwa tentang hal tersebut (maju sebagai capres) akan diputuskan satu tahun atau satu setengah tahun,” ujar Muzani usai KLB Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).