Selain menyebabkan kanker, hipertensi, dan gangguan kehamilan dan janin, rokok kini disebut bisa pula menularkan Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Kemungkinan mengerikan ini disampaikan Kepala Petugas medis American Lung Association, Dr. Albert Rizzo.

Dikatakannya, rokok merupakan momok mengerikan di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Setelah beberapa waktu lalu paru-paru perokok diklaim sebagai surga virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut, kini asapnya juga menuai kontroversi penularan.

Dr. Albert Rizzo mengatakan kepada Associated Press, seperti dikutip dari laman Foxnews, asap rokok mengandung ratusan bahan kimia beracun dan setidaknya 70 bahan tersebut dapat menyebabkan kanker. Nyatanya, asap rokok tak hanya memberi bahaya pada perokok aktif tapi juga mereka yang secara pasif menghirupnya.

Salah satunya, bukti bahwa asap rokok ternyata bisa menularkan penyakit yang tengah berkembangluas di dunia, COVID-19. Meskipun asap rokok kemungkinan tidak secara langsung menyebabkan COVID-19, perokok dapat menghembuskan tetesan (droplets) yang terinfeksi ke udara.

"Mereka tidak hanya berpotensi menyebarkan virus dengan tidak memakai masker, mereka juga meniup tetesan itu ke orang-orang di sekitar mereka agar berpotensi terinfeksi," kata Dr. Albert Rizzo.

Menurut Organisasi Kesehatan yang berbasis di Texas, Salud America, bahkan setelah asap rokok menghilang, asap rokok yang menempel pada debu, pakaian, dinding, dan furnitur, dapat menjadi sumber COVID-19.

"Debu mungkin mengandung partikel (asap rokok) yang lebih besar dari virus corona. Jadi, (asap rokok dan aerosol perokok pasif) mungkin mengandung COVID-19," kata para peneliti Ilmu dan Teknologi Lingkungan itu.

Asap rokok telah memberi dampak buruk pada kesehatan seperti mengurangi fungsi paru-paru, dapat memicu asma dan menyebabkan penyakit jantung, kanker paru-paru atau stroke. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menegaskan, semua kondisi itu akan mempersulit gejala jika tertular virus corona.

Perokok juga lebih mungkin mengalami komplikasi akibat virus dibandingkan bukan perokok. Selain itu, perokok terbukti lebih rentan tertular virus SARS-CoV-2 tersebut lantaran paru-parunya mudah terserang virus.

Diketahui, COVID memang menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernafasan atau droplets. Badan Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) juga sudah mengakui, COVID-19 dapat menular melalui udara dengan kondisi tertentu seperti minim ventilasi dan padat penduduk.