Partai Gerindra menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengukuhkan kembali Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, hari ini, Sabtu (08/08/2020).

Direktur Visi Indonesia Strategis, Abdul Hamid mengomentari KLB yang digelar secara tiba-tiba tersebut. Abdul Hamid mengatakan, pasca Pilpres 2019 silam, banyak orang yang menduga Partai Gerindra akan diberikan kepada Sandiaga S. Uno untuk persiapan Pilpres 2024 mendatang.

"Tapi rupanya itu tidak terjadi. Prabowo tetap memegang kendali penuh sekaligus pemegang tiket Gerindra pada Pilpres 2024 nanti. Kenapa demikian?" ujar Abdul Hamid, Sabtu (08/08/2020).

Beberapa analisa politik yang menyebabkan Prabowo tetap memegang kendali patai berlambang burung garuda itu dipaparkan Abdul Hamid.

Pertama, dia menduga Prabowo setelah menjadi Menteri Pertahanan merasa belum cukup mengikuti perhelatan pilpres. Karena menurutnya, sosok Danjen Kopassus tersebut masih menunggu dengan kendaraan politiknya untuk maju lagi.

Analisis kedua, posisi Sandiaga yang mulai dilirik oleh Jokowi yang dimulai saat Munas HIPMI pada bulan Januari 2020 lalu. Di mana Jokowi kala itu memberikan isyarat tentang orang yang akan menggantikannya sebagai Presiden di 2024 mendatang adalah Sandiaga Uno.

"Walaupun tak secara langsung menyebut nama. Sinyal mulai diperkuat dengan Sandi yang menduduki posisi Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19. Jadi Prabowo mulai insecure terhadap posisi Sandi saat ini," tuturnya.

Oleh sebab itu, Abdul Hamid menilai nasib Sandi pada 2024 nanti bisa dilihat dari resshufle kabinet yang mungkin akan dilakukan Jokowi pada waktu-waktu mendatang.

"Jika Sandi masuk kabinet, sudah bisa dipastikan lirikan Jokowi bersambut. Karena Sandi ini seperti kucing anggora, menarik sekali untuk dipinang. Iya punya popularitas dan punya modal finansial yang sangat cukup," ucapnya.

"Sandi relatif bisa diterima kelompok pro Jokowi dan bisa memecah suara pro Anies. Sandi itu akan likeable bila disandingkan dengan Puan Maharani atau Ganjar Pranowo. Persoalannya, Sandi akan mengancam Prabowo jika Prabowo masih punya keinginan maju makanya Gerindra tidak diberikan ke Sandi," tutup Abdul Hamid.

 

RMOL