Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu ditutuntut mundur warganya terkait dugaan korupsi yang menjeratnya, serta kegagalannya mengatasi pandemi virus Corona atau COVID-19.

Dilansir AFP, Minggu (2/8/2020) demonstrasi berlangsung di depan kediaman dinas Netanyahu di Yerusalem. Ribuan pedemo membawa slogan dan poster bertuliskan "Netanyahu Gagal" dan "Netanyahu Mundur".



Sementara di kota Tel Aviv, ratusan orang memprotes meningkatnya pengangguran. Pemerintah juga diduga gagal, mendukung wiraswasta yang kehilangan mata pencarian karena pandemi Corona.

Terkait kasus korupsi, Netanyahu dituduh telah berusaha secara ilegal memberi bantuan dengan imbalan liputan media yang positif untuk dirinya sendiri di surat kabar terlaris Israel, Yediot Aharonot. 

Ia juga dituduh menerima cerutu, sampanye, dan perhiasan senilai 700 ribu shekel atau senilai hampir Rp3 miliar dari sejumlah orang sebagai imbalan atas bantuan.



Dari sekian tuduhan yang dialamatkan ke Netanyahu, yang dinilai paling serius adalah dugaan terkait tawaran ke konglomerat media, Shaul Elovitch, mengenai bantuan untuk mengubah peraturan.

Perubahan ini bernilai jutaan dolar pada raksasa telekomunikasi Bezeq sebagai imbalan atas laporan yang menguntungkan di situs berita Walla!.

Sementara itu, Israel juga terus dihantui oleh lonjakan kasus Corona baru setelah sempat dipuji karena dinilai berhasil menangani gelombang pertama COVID-19.

Lonjakan kasus Corona baru terdeteksi setelah pemerintah Israel mencabut serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan pada akhir April lalu.

Netanyahu sendiri mengaku bahwa relaksasi dan pembukaan kembali perekonomian Israel terlalu cepat, sehingga tidak memaksimalkan upaya pencegahan penularan Corona di negaranya. Saat ini, Israel tercatat memiliki 72 ribu kasus corona dengan 523 kematian.

Protes terhadap Netanyahu telah berlangsung selama berminggu-minggu. Netanyahu pada Sabtu malam menuduh saluran televisi swasta 12 dan 13 mengirimkan propaganda untuk demonstrasi.

"Mereka berusaha keras untuk mencuci otak publik, untuk menjatuhkan perdana menteri yang kuat dari Kanan," tulis partai Likud-nya dalam posting yang di-tweet oleh Netanyahu di Twitter.

Netanyahu menuduh beberapa aksi demonstrasi turut mengancam pembunuhan terhadap dia dan keluarganya. "Mengabaikan sifat kekerasan dari protes dan seruan mereka untuk membunuh perdana menteri dan keluarganya," katanya.