Heboh pencurian data konsumen Telkomsel yang dialami pegiat media sosial Denny Siregar ternyata menjadi pintu masuk bagi pelanggan lain yang pernah merasa dirugikan Telkomsel. Bahkan, peristiwa tersebut sudah terjadi pada 2015 silam.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh, seorang konsumen Telkomsel berinisial RH telah melayangkan somasi kepada Dirut Telkomsel tertanggal 27 Juli 2020. Dalam somasinya, RH menceritakan kronologis pencurian data yang pernah dialaminya di GraPARI Wisma Alia, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat.

“Tindak pidana ILEGAL AKSES yang dilakukan terhadap data pribadi saya yang diduga dilakukan dengan menggunakan perangkat handphone merk “LG L BELO” milik terduga pelaku, sebagaimana kesaksian dari terduga pelaku sendiri dan yang juga terdapat dalam keterangan (Supervisor GraPARI Wisma Alia) dan (Staff Back Office GraPARI Wisma Alia),” ujar RH.

“Bahwa tindakan terduga pelaku melakukan ILEGAL AKSES atas data pribadi saya kemudian diikuti dengan melakukan penukaran TELKOMSEL POIN dengan Voucher Mitra Adi Perkasa (“MAP”) untuk mengganti selisih jumlah voucher MAP yang dipegang oleh Card Management GraPARI Wisma Alia. 

Berdasarkan keterangan terduga pelaku pula, “selisih voucher” tersebut terjadi karena telah dipakai oleh teman sesama bagian Card Management dan hal tersebut sering dilakukan oleh petugas Customer Service dan Card Management apabila memakai voucher reward penukaran TELKOMSEL POIN untuk kepentingan pribadi,” beber dia.

“Bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh Pelanggan di GraPARI wajib melalui pengisian Formulir Layanan Pelanggan dengan membubuhkan tanda tangan, dan setiap penukaran TELKOMSEL POIN juga membutuhkan photo Pelanggan yang tengah memegang langsung produk hasil penukaran TELKOMSEL POIN, sehingga dalam kejadian ILEGAL AKSES atas data pribadi saya kuat dugaan juga telah terjadi pemalsuan tanda tangan saya dalam Formulir Layanan Pelanggan seolah-olah saya melakukan transaksi penukaran TELKOMSEL,” lanjut RH.

Pelanggan RH yang berprofesi sebagai pengacara ini pun menuntut Dirut Telkomsel untuk mengambil langkah hukum dan evaluasi di internal manajemen dalam tempo 7x24 jam terhitung sejak tanggal somasi.

“Melakukan evaluasi dan investigasi internal atas tindakan ILEGAL AKSES atas data pribadi saya yang terjadi di GraPARI Wisma Alia pada tanggal 12 Juli 2015. Melakukan tindakan hukum dengan membuat Laporan Polisi pada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim POLRI. Melakukan permintaan maaf melalui media nasional atas terjadinya tindakan ILEGAL AKSES dan pemanfaatan TELKOMSEL POIN secara melawan hukum tersebut. Melakukan klarifikasi tindakan-tindakan perbaikan yang telah dilakukan TELKOMSEL dalam rangka menjamin keamanan data Pelanggan,” ujar RH.

“Apabila sampai dengan batas waktu tersebut di atas Saudara tidak juga memenuhi hal-hal tersebut di atas yang merupakan kewajiban sesuai komitmen TELKOMSEL yang telah dinyatakan secara umum, maka saya akan melakukan Gugatan Hukum sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia,” pungkas RH.