Meski uji coba dan pengembangan menunjukkan hasil yang menggembirakan, Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) mengindikasikan bahwa vaksin Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 belum akan siap digunakan pada tahun 2020 ini.

Executive Director, WHO Health Emergencies Programme, Michael Joseph Ryan atau yang biasa dikenal dengan Mike Ryan menegaskan, para peneliti memang telah membuat kemajuan positif dalam mengembangkan vaksin, namun penggunaan pertama baru mungkin terjadi paling cepat pada awal tahun 2021 mendatang.

"Kita membuat kemajuan yang baik. Secara realistis, bagian pertamanya akan ada tahun depan sebelum kita bisa melihat orang-orang mulai menjalani vaksinasi," kata Ryan, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/07/2020).

Lebih jauh Mike Ryan menambahkan, beberapa vaksin saat ini sedang dalam uji coba fase 3 dan tidak ada yang gagal dalam hal keamanan atau kemampuan untuk menghasilkan respons kekebalan.

WHO, lanjut Mike Ryan yang juga menjabat kepala program kedaruratan WHO itu, bekerja keras untuk memastikan pendistribusian vaksin yang adil, sehingga bisa menjangkau semua kalangan.

“Kita harus adil soal ini, karena ini adalah barang global. Vaksin bagi pandemi ini bukan untuk orang kaya, juga bukan untuk orang miskin, tapi untuk semua orang," tegasnya.

Sebelumnya Pemerintah Amerika Serikat (AS) membayar 1,95 miliar dolar untuk membeli 100 juta dosis vaksin COVID-19 yang dikembangkan Pfizer Inc dan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, jika terbukti aman dan efektif.

Beberapa institusi atau perusahaan terdepan yang mengembangkan vaksin antara lain Oxford, Sinovac, dan Moderna.