Dirjen Lapas Kemenkumham Irjen (Pol) Reinhard Silitonga kembali beraksi. Jenderal Reinhard kali ini memindahkan sebanyak 228 narapidana bandar narkoba ke lapas berkeamanan super maksimum yakni ke Lapas Nusakambangan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

"Telah dipindahkan 228 Narapidana bandar narkoba ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan, berasal dari 3 wilayah, yaitu DKI Jakarta, Yogyakarta dan Jawa Barat," jelas Reynhard Silitonga dalam siaran persnya, Sabtu (18/7/2020).

Jenderal Reinhard menambahkan, napi bandar narkoba ditempatkan dalam sel khusus berkeamanan maksimum, yakni satu sel satu napi. Reinhard juga memastikan proses pemindahan napi tersebut menetapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

"Semoga dengan pemindahan ini akan mengurangi peredaran narkotika di Indonesia, negara kita tercinta," tandas dia.

Reynhard mengatakan sebelumnya pihaknya telah tiga kali memindahkan narapidana bandar narkotika. Adapun 75 napi di antaranya dari wilayah DKI Jakarta 22 napi dari Yogyakarta, 90 napi dari Jawa Barat, dan 41 napi dipindahkan di tahap pertama.

Sebanyak 90 napi bandar narkoba asal wilayah Jawa Barat itu dipindahkan dari, Lapas Kepas I Cirebon 23 orang, Lapas Gintung 12 orang, Lapas Narkotika Gunung Sindur 13 orang, Lapas Banceuy 22 orang, dan 15 orang dari Lapas Karawang. Dari jumlah itu, 10 napi dihukum seumur hidup dan 5 napi lainnya divonis hukuman mati.

"Sehingga total sudah 228 Narapidana Bandar telah kami pindahkan ke Lapas Super maksimum dan Maksimum di Nusakambangan sejak tanggal 5 Juni 2020," kata Reynhard.

Sebelumnya, Reinhard juga memindahkan Habib Bahar bin Smith ke Nusakambangan setelah sempat menghirup udara bebas beberapa waktu lalu. Habib Bahar dipindahkan ke Nusakambangan atas pertimbangan keamanan dan ketertiban.