G20 mewakili dua per tiga populasi dunia, memproduksi 85% produk domestik bruto (PDB) dunia, dan menguasai 75% perdagangan dunia. 

Pada mulanya adalah krisis keuangan global tahun 1998. Forum G-7 yang sudah ada dianggap tak mampu menghasilkan solusi. G-7 adalah forum 7 negara maju beranggotakan Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris (Britania Raya), dan Kanada. Negara G-7 ini mewakili lebih dari 64% kekayaan bersih  global. 

Lantaran dianggap tak mumpuni untuk memberi solusi bagi kondisi ekonomi global, maka pada 1999, dibentuklah Group of Twenty atau G20. Pertimbangan utamanya adalah pentingnya keterlibatan negara-negara dengan kekuatan ekonomi menengah yang punya pengaruh ekonomi untuk diikutsertakan dalam perundingan untuk mencari solusi memecahkan masalah ekonomi global. 

Pada awalnya, G20 hanya  melibatkan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Pertemuan perdana G-20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah menteri keuangan Jerman dan Kanada.

Belakangan, setelah krisis finansial global 2008, forum ini dihadiri juga oleh para kepala negara. 

Negara-negara anggota G20 adalah:
1. Afrika Selatan
2. Amerika Serikat 
3. Arab Saudi
4. Argentina
5. Australia
6. Brasil
7. Britania Raya
8. RRC
9. India
10. Indonesia
11. Italia
12. Jepang
13. Jerman
14. Kanada
15. Korea Selatan
16. Meksiko
17. Perancis
18. Rusia
19. Turki
20. Uni Eropa

Belanda, Polandia, dan Spanyol, yang termasuk big 20, diwakili oleh Uni Eropa. Iran dan Taiwan tidak diikutsertakan. Thailand juga tidak diikutsertakan, walaupun posisinya di atas Afrika Selatan.
 

Pertemuan G20 mengedepankan dialog untuk membangun komitmen politik para pemimpin perekonomian utama di dunia dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian global.

G20 mewakili dua per tiga populasi dunia, memproduksi 85% produk domestik bruto (PDB) dunia, dan menguasai 75% perdagangan dunia. 

Dalam tiap pertemuan, negara penyelenggara juga mengundang sejumlah negara-negara non-G20 untuk ikut serta. Pada 2014, Australia mengundang Spanyol, Mauritania, Myanmar, Senegal, Selandia Baru, dan Singapura.

Indonesia sendiri menjadi anggota sejak 2009 dan tidak pernah absen mengikuti forum tahunan ini. 

Pada awal pembentukannya, G20 berfokus pada reformasi sistem keuangan global yang dianggap sebagai kunci menyelesaikan krisis ekonomi global.  

Seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian dunia, pada KTT G20 tahun 2009 di Pittsburgh, AS, tujuan G20 dirumuskan dengan lebih jelas, yakni untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan berimbang. 

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, KTT G20 di Cannes, Perancis tahun 2011 sepakat bahwa G20 memiliki tanggung-jawab untuk “mengoordinasikan kebijakan-kebijakan mereka dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan politik yang sangat penting dalam upaya menangani tantangan-tantangan akibat kondisi saling ketergantungan ekonomi global” (to coordinate their policies and generate the political agreement necessary to tackle the challenges of global economic interdependence).

Pertemuan G20 mengedepankan dialog untuk membangun komitmen politik para pemimpin perekonomian utama di dunia dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian global, antara lain isu keuangan, perdagangan, infrastruktur dan investasi, energi, ketenaga-kerjaan, pemberantasan korupsi, pembangunan, pertanian, dan teknologi, inovasi, serta ekonomi digital.

Untuk membahas berbagai isu tersebut, G20 dibagi ke dalam dua jalur, yakni jalur keuangan (finance track) dan jalur Sherpa (Sherpa track). 

Jalur keuangan, yang terdiri dari para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari seluruh anggota G20, secara khusus membahas sejumlah agenda yang terkait dengan sektor keuangan. 

Sementara, jalur Sherpa membahas agenda lain yang berada di luar sektor keuangan, serta mempersiapkan berbagai dokumen untuk dibahas pada KTT. Oleh karena itu, Sherpa umumnya ditunjuk secara langsung oleh Kepala Pemerintahan/Negara dan dipandang sebagai representasi mereka pada berbagai pertemuan G20 selain KTT.

G20 tidak memiliki Sekretariat yang permanen. Dalam proses dan sistem kerjanya, G20 memiliki Presidensi yang ditetapkan secara konsensus oleh anggotanya berdasarkan rotasi kawasan dan berganti setiap tahunnya. Oleh karenanya, setiap tahun “Troika” – yang terdiri dari presidensi sebelumnya, presidensi tahun berjalan, dan presidensi mendatang – mengadakan komunikasi dan koordinasi intensif guna memastikan kesinambungan agenda G20.

Tahun ini, pertemuan G20 2018 berlangsung di Buenos Aires, Argentina. Indonesia diwakili oleh oleh Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dua isu utama yang mencuat adalah soal perang dagang AS-China dan ekonomi digital. []