Dalam sebuah surat terbuka, yang dirilis, Senin (13/07/2020), 83 orang terkaya dunia yang menyebut dirinya Millionaires for Humanity mengatakan mereka siap membayar pajak lebih tinggi untuk bantuan pemulihan dunia dari krisis pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Para milioner yang menandatangani surat terbuka tersebut berasal dari tujuh negara. Mereka menulis, masalah yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 tidak dapat diselesaikan dengan tindakan amal, tidak peduli seberapa besar kemurahan hati seseorang untuk melakukannya.

"Kami tidak mengemudikan ambulans yang akan membawa orang sakit ke rumah sakit. Kami tidak mengatur lagi rak-rak toko kelontong atau mengantarkan makanan dari pintu ke pintu. Tapi kami punya uang, banyak," tulis para penandatangan.

Sarana untuk membangun kembali sistem kesehatan dunia, sekolah, dan keamanan hanya dapat diperoleh melalui "kenaikan pajak secara permanen pada orang terkaya di planet ini, orang-orang seperti kami," kata surat itu.

 

Surat Terbuka Millionaires for Humanity

"Jutaan orang akan kehilangan pekerjaan ketika bisnis tutup, sebagian secara permanen," para miliuner memperingatkan. "Para pemimpin pemerintahan harus mengambil tanggung jawab untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan dan membelanjakannya secara adil."

Surat itu dirilis menjelang pertemuan para menteri keuangan G20 dan pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa akhir pekan ini.

Dari Raja Es Krim Hingga Enterpreneur Bisnis Investasi

Penandatangan surat tersebut antara lain adalah salah satu pendiri merek es krim Ben & Jerry's, Jerry Greenfield, pewaris Walt Disney, Abigail Disney, dan enterpreuner Jerman Dr. Mariana Bozesan, pendiri AQAL Capital yang meraih penghargaan Europe's Female Investor of the Year 2019.

Aksi surat terbuka itu adalah prakarsa kolaborasi kelompok-kelompok bantuan sosial, termasuk Oxfam, Tax Justice UK dan kelompok individu kaya AS Patriotic Millionaires.

Surat itu diakhiri dengan seruan: "Pajak kami. Pajak kami. Pajak kami. Itu adalah pilihan yang tepat. Itu satu-satunya pilihan. Kemanusiaan lebih penting daripada uang kita."