Kata orang nomor sati di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini,  pelajar Indonesia di seluruh dunia diharapkan bisa berkolaborasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, dalam menggaet investasi. Ajakan itu disampaikan Bahlil dalam CEO Talk yang diselenggarakan secara daring oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) pada Selasa malam (7/7/2020).

"BKPM punya sembilan kantor perwakilan di luar negeri. PPI bisa menyiapkan proposal kerja sama, agar kita bisa sekaligus edukasi. Teman-teman bisa magang, mendapatkan pengalaman langsung. Disesuaikan saja dengan negara terdekatnya. Nanti kita kolaborasi," kata Bahlil dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Bahlil menegaskan, generasi muda saat ini yang nantinya akan membangun Indonesia. Oleh karena itu, negara membutuhkan anak-anak muda yang memiliki optimisme bahwa negara akan menjadi lebih baik. "Saya punya keyakinan yang bisa merubah bangsa adalah orang yang memiliki ilmu. Manfaatkanlah ilmu teman-teman untuk berpikir tentang pembangunan bangsa. Ayo menjadi generasi muda yang cerdas, bertanggung jawab, dan saling bekerja sama untuk kemajuan bangsa dan negara kita," katanya.

Dalam diskusi tentang Tantangan dan Peluang Pengusaha di Era New Normal itu, secara khusus juga dibahas salah satu rangkaian kegiatan untuk membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengatur strategi dalam menghadapi masa pandemi COVID-19.

Bahlil menjelaskan, salah satu Key Performance Indicator (KPI) BKPM adalah membuat kolaborasi investasi besar dengan UMKM. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, BKPM harus mendorong investor dalam negeri, khususnya UMKM untuk dapat bermitra dengan investor besar. "Misalnya, saya sudah minta pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah untuk mengalokasikan 100 Hektare dari total 4.300 hektare lahan yang ada untuk UMKM. Nanti bagaimana UMKM yang bagus, PPI coba bantu. Kalau ada UMKM yang siap, kita kawinkan dengan investor besar," katanya.