Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma kembali menjadi pusat perhatian. Setelah, sujud di kaki dokter dan menyatakan rela tukar nyawa, kini berkeliling kampung membagikan masker kepada warganya yang tinggal di perkampungan Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/7).

"Ayo jaga jarak Pak, tolong maskernya dipakai," kata Wali Kota Risma mengingatkan warga saat berkeliling kampung dengan dibonceng naik kendaraan bermotor roda dua.

Awalnya Risma bersama jajarannya berkeliling di Jalan Gubeng Airlangga Surabaya untuk mengingatkan para pedagang di kawasan itu agar tetap jaga jarak dan memakai masker. Sementara itu, beberapa Kepala OPD yang mengikuti di belakang, bertugas membagikan masker kepada masyarakat.



Risma dikutip Antara kemudian menyisir ke dalam pemukiman padat penduduk di Jalan Gubeng Airlangga 1 Surabaya untuk membagikan masker langsung ke rumah-rumah warga.

"Ayo jaraknya tetap dijaga, maskernya dipakai agar tidak sakit. Kalau pakai masker tak hanya untuk melindungi diri sendiri, tapi juga anak istri dan orang lain," ujarnya.

Sesekali, Risma turun dari kendaraannya dan berjalan kaki sembari mengingatkan warga menggunakan pengeras suara agar tetap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, beberapa pemilik warung makan juga ia beri pesan agar ikut mengingatkan para pembeli untuk tetap menjaga jarak dan memakai masker.

"Silahkan berjualan Pak, tapi protokol kesehatan juga harus tetap dijaga. Jangan lupa tetap pakai masker," katanya.

Selain menyisir ke kawasan padat penduduk di wilayah Kecamatan Gubeng Surabaya, Wali Kota Risma bersama jajarannya juga berkeliling ke beberapa lokasi lain di antaranya Jalan Pacar Keling, Jalan Kedung Sroko, Jalan Kalasan, Jalan Jolotundo, Jalan Ngaglik, Jalan Bogen, Jalan Tambak Sari, hingga Jalan Kusuma Bangsa Surabaya.



Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya M. Fikser menyampaikan aktivitas itu akan dilakukan terus menerus oleh Wali Kota Risma. Hal ini sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada warganya agar tidak ada lagi yang tertular COVID-19.

"Aktivitas itu akan dilakukan terus menerus di semua kampung. Terutama di wilayah kecamatan yang kasus COVID-19 masih tinggi," katanya.