Isu reshuffle makin liar menggelinding. Kabar masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat dalam Kabinet Indonesia Kerja terbuka lebar.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai PAN di bawah komando Zulkifli Hasan memiliki peluang masuk dalam kabinet Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal ini terjadi jika Presiden Jokowi membutuhkan kekuatan dari partai nonparlemen.

"Sebenarnya sangat tergantung bagaimana kebutuhan presiden dalam melakukan reshuffle. Kalau kebutuhan bisa mengakomodasi partai nonparlemen saat ini maka jawabannya cukup realistis PAN masuk," ujar Adi, Minggu (5/7/2020).

Analis politik UIN Jakarta ini seperti dikutip SINDOnews mengatakan, reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Jokowi di tahun ini itu kecenderungan murni urusan profesionalisme.

"Karena Presiden ini kan marah-marah karena kerja menterinya biasa-biasa saja," jelasnya.

Selain itu, tidak adanya kegaduhan seperti misalnya partai-partai politik nonparlemen seperti yang terjadi pada periode awal.

"Periode awal kenapa terjadi perombakan ya karena memang butuh partai lain untuk menstabilkan dukungan di parlemen, kalau sekarang parlemen sudah kondusif, tinggal bagaimana reshuffle ini memang diorientasikan untuk menjaga profesionalisme."

Partai Demokrat

Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisah Putri Budiatri mengatakan, komposisi menteri kabinet Presiden Jokowi - Wakil Presiden Maruf Amin diprediksi tak bakal berubah secara signifikan, kalau ancaman reshuffle benar-benar dilakukan kepala negara.

Menurutnya, kalaupun terdapat perubahan, hanya menyisakan peluang partai politik baru masuk ke jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Partai baru yang dimaksud Aisah adalah Demokrat. Partai yang kekinian dinakhodai Agus Harimurti Yudhoyono itu berpeluang mendapat tawaran jatah menteri dari Jokowi seandainya terdapat reshuffle.

Menurut Aisah, tawaran itu memungkinkan, karena hubungan Demokrat dengan Jokowi maupun Maruf Amin tetap baik terjaga meski partai itu kekinian berada di luar lingkar pemerintahan.

"Meski dulu bukan partai pendukung, menurut saya yang justru lebih dekat, kalau dari gambaran-gambaran belakangan, itu Partai Demokrat," kata Putri dalam diskusi virtual.

Meskipun tidak bergabung ke dalam koalisi pendukung, Partai Demokrat berusaha untuk tetap menjalin hubungan dengan Jokowi - Maruf.

Sebut saja ketika Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang mengunjungi Jokowi jauh sebelum kabinet terbentuk.

Kemudian, AHY juga sempat sowan ke Partai Golkar dalam waktu sepekan ke belakang.

Putri mengatakan, safari politik putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu tak otomatis langsung terkait rencana reshuflle.

Tapi, di lain sisi, pendekatan politik ala AHY tersebut tetap menjaga jalan PD masuk ke lingkar kekuasaan negara tetap terbuka.

"Meskipun dikatakan itu enggak ada hubungan secara langsung dengan poltiik kabinet tapi menurut saya itu ada, sedikit-sedikit ada hubungan. Kita lihat saja dan buktikan kalau reshuffle benar-benar terjadi."