PT Angkasa Pura II (Persero) menyelenggarakan kegiatan Market Sounding proyek-proyek Angkasa Pura II dalam rangka mempersiapkan pembukaan kembali ekonomi pada kondisi kenormalan baru. Tak sendiri, kegiatan ini juga dikawal oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Disebutkan, Market Sounding merupakan tahapan awal dalam penyiapan 7 proyek infrastruktur yang ditawarkan oleh Angkasa Pura II. Kegiatan ini bertujuan menjaring masukan publik serta mencari mitra strategis dalam pengembangan bisnis proyek infrastruktur yang ditawarkan tersebut.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Nurul Ichwan, mengapresiasi Angkasa Pura II atas semangatnya melakukan sosialisasi peluang investasi yang dimilikinya pada kondisi pandemi Covid-19 saat ini. BKPM mendukung penuh pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Angkasa Pura II.

Sebagai pemilik dan pengelola bandara-bandara di Indonesia, PT Angkasa Pura II tidak hanya memiliki visi menjadi fasilitas yang melayani penerbangan, tetapi juga ingin menjadikan bandara di Indonesia sebagai bandara masa depan dengan infrastruktur yang nyaman dan terintegrasi dengan kawasan di sekitarnya.

"Kami mendukung kegiatan ini karena pembangunan infrastruktur dan kemajuan ekonomi memiliki keterkaitan yang erat. Ini sudah dibuktikan ketika pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia Timur. Pada akhirnya, kegiatan ekonomi khususnya peningkatan investasi di Indonesia Timur semakin baik. Sehingga apapun yang kita lakukan, infrastruktur harus hadir lebih dulu sebelum bisnis-bisnis lainnya hadir," ujar Nurul, Rabu (1/7/2020).

Pengawalan ketat dari BKPM memang dibutuhkan jika dikaitkan dengan pernyataan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang berungkali menyebut adanya ‘hantu berdasi’ dalam setiap tahap pembebasan lahan untuk proyek. Sehingga dengan adanya kehadiran BKPM, diharapkan hantu berdasi tersebut bisa dieliminasi.

"Kita berharap dari 7 proyek yang ditawarkan tersebut, ketika ada investornya, maka kita akan lihat adanya multiplier effects yang diciptakan. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," tambah Nurul.

Berikut 7 proyek infrastruktur yang ditawarkan PT Angkasa Pura II:

1. 4 Stars Hotel at Soekarno Hatta Airport International Terminal; kerja sama pengelolaan hotel sampai dengan 20 tahun.
2. Aeroland City Development Project at Tangerang; kerja sama pengembangan lahan untuk Business Park, Service Apartment, residential, sekolah, dan pergudangan.
3. Retail Area Management for AP II Airports; kerja sama pengelolaan retail area di 17 Airport AP II.
4. Concession Agreement for Advertising Management for AP II Airports; kerja sama pengelolaan periklanan pada 17 Bandara AP II, termasuk Bandara Soekarno Hatta.
5. Sky City at Soekarno Hatta Airport; kerja sama pembangunan dengan konsep TOD (Transit
Oriented Development), Convention Center, dan Service Apartment.
6. Airport City at Kualanamu International Airport; kerja sama pembangunan perumahan lokal dan gedung komersial (theme park, logistic park, dan factory outlet) di lahan 200 Ha.
7. Airport City at Supadio International Airport; kerja sama pembangunan leisure mall, condotel, sport club, dan entertainment dalam satu kawasan.