Data menjadi hal yang sangat krusial dalam suksesnya penyaluran bansos yang digelontorkan pemerintah. Persoalan terkait bansos yang muncul erat kaitannya dengan tidak terintegrasinya data antara pemerintah pusat dan daerah. 

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh didampingi para deputi mengadakan konferensi video dengan seluruh Kepala Perwakilan BPKP seluruh Indonesia. Ateh mengatakan dalam rapat internal dengan Presiden, pemerintah berencana membuat pusat data nasional yang nantinya akan dibangun di Jakarta atau Batam maupun ibu kota baru. Dalam hal ini, BPKP diberi mandat untuk mengawal integrasi data tersebut agar tidak terjadi masalah. Dalam rapat tersebut, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja BPKP yang telah melakukan pengawasan di seluruh Indonesia.

Saat ini BPKP sudah melakukan sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data yang ada di pemerintah daerah. Ateh meminta agar nantinya data tersebut dijadikan satu data di Kementerian Sosial. Dalam integrasi data ini, nantinya BPKP akan mengawal dan mengantarkan agar seluruh pihak benar-benar paham dan menerapkanya. “Kalaupun mereka sudah melakukan integrasi data, kita akan melakukan pengujian untuk melihat kualitas daripada pelaksanaan integrasi data itu", kata Ateh. Ateh menambahkan bahwa inti dari integrasi data ini berdasarkan dari APBN dibandingkan dengan APBD dan APBDesa.

Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Dadang menambahkan terkait cleansing data analisis bagaimana APBDes BLT Dana Desa di-crosschek dengan dana Pemda dan APBN. Dadang mengatakan aspek BLT DD agak berat, karena desa umumnya menyampaikan hasil musyawarah desa khusus dan diserahkan ke Pemda dalam bentuk hard copy yang kemudian harus direkap. BPKP perlu berkoordinasi dengan Pemda agar diberikan soft copy untuk memperlancar pengawasan.

Dalam penyaluran bansos sembako, Ateh berharap bahwa kondisi bantuan yang diberikan harus layak dan baik. Diakhir rapat, Ateh berpesan bahwa yang paling penting adalah implementasi pengawasan dan integritas harus selalu dijunjung tinggi.