Hasil autopsi independen dan temuan awal yang diminta oleh keluarga George Floyd menyatakan pria kulit hitam itu tewas karena sesak napas karena leher dan punggungnya ditekan sehingga tidak ada aliran darah ke otak. Seperti ditulis ABC News, hasil temuan tersebut dirilis, Selasa, (02/06/2020) waktu setempat.

George Floyd diringkus polisi di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat (AS) Senin (25/05/2020) dan oknum polisi telah menindih lehernya dengan lutut ketika dia telungkup di tanah dan sudah memohon dilepaskan karena dia bilang tak bisa bernapas.

Pemeriksaan independen itu menemukan, tekanan di bagian leher belakang George Floyd, posisi tangan diborgol ke belakang dan posisinya yang menelungkup di tanah memberi kontribusi terhadap kematiannya karena diafragmanya menjadi tidak berfungsi. 

Hasil outopsi tersebut menyimpulkan, George Floyd, 46 tahun, meninggal di tempat.

"Ambulans menjadi mobil jenazahnya," kata Ben Crump, pengacara keluarga George Floyd dalam jumpa pers saat merilis hasil otopsi tersebut.

Tak lama setelah itu Rumah Sakit Hennepin County Medical Examiner merilis hasil temuan mereka dan juga menyatakan George Floyd tewas karena dibunuh akibat 'fungsi paru-paru yang berhenti ketika diringkus oleh petugas penegak hukum'. Dr Michael Baden dan Dr Allecia Wilson, merupakan direktur sekolah Kedokteran Universitas Michigan, menangani otopsi independen ini.

Baden yang bekerja sebagai petugas pemeriksa medis di New York pada 1978 dan 1979 sebelumnya juga melakukan autopsi independen terhadap Eric Garner yang dibunuh polisi di Staten Island, New York, pada 2014 serta Michael Brown yang ditembak polisi di Ferguson, Missouri, di tahun yang sama.

Baden mengatakan George Floyd dalam keadaan sehat sebelum tewas dan video yang beredar luas memperlihatkan dengan jelas tekanan di leher dan punggungnya yang menyebabkan kematian.

"Ketika dia mengatakan 'Saya tidak bisa bernapas' sayangnya kebanyakan polisi menganggap kalau Anda bisa bicara berarti Anda bisa bernapas. Itu tidak benar," kata dia dalam jumpa pers.

Wilson menuturkan pemeriksaan toksilogi dan yang lainnya masih berlangsung. Meski begitu pemeriksaan medis sebelumnya mengatakan Floyd memiliki 'kondisi lain termasuk penyakit jantung dan belum lama mengkonsumsi obat terlarang.'

Polisi yang menindih leher George Floyd, Derek Chauvin, kini sudah dipecat dan dituntut atas pembunuhan tingkat tiga dan pembantaian. Floyd terdengar mengatakan, "Saya tidak bisa bernapas," ketika Chauvin meringkusnya di tanah selama sembilan menit, kata dokumen tuntutan hukum.

Ketiga polisi lain yang terlibat dalam penangkapan George Floyd juga sudah dipecat tapi belum menerima dakwaan.