Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel).

Nurhadi telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) sejak 13 Februari 2020. "Lokasi di sebuah rumah di bilangan Jaksel," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, Selasa (02/06/2020).

Nawawi mengatakan, pihaknya mengapresiasi para penyidik yang berhasil menangkap Nurhadi dan Rezky yang telah lama ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut.

"Terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD dan menantunya RH," tandasnya.

KPK menangkap Nurhadi dan Rezky terkait gratifikasi pengurusan perkara di MA. Lembaga antirasuah telah menetapkan tiga tersangka yakni Nurhadi dan Rezky, serta Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016.