Duta Besar RI untuk Jerman, Arief Havas Oegroseno, menjelaskan tentang langkah-langkah penanganan wabah corona yang bisa dicontoh Indonesia dari pemerintah Jerman.

Menurut Arief, kebijakan yang dilakukan Jerman di bidang ekonomi pada masa pandemi COVID-19 ini memang cukup masif guna menyelamatkan perekonomian nasional mereka. 

"Misalnya menyiapkan dana stabilisasi €600 miliar Euro, serta bantuan untuk UKM sebesar €165 miliar," kata Arief dalam konferensi pers yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Sabtu (30/5/2020).

Arief juga menjelaskan sejumlah bank turut dilibatkan oleh pemerintah Jerman guna memberikan modal kerja yang nantinya akan disalurkan ke beberapa sektor perekonomian. Tujuannya tak lain agar sektor-sektor ekonomi yang diberikan pinjaman berupa modal kerja itu, bisa berupaya untuk bertahan di tengah guncangan ekonomi sebagai bagian dari dampak pandemi COVID-19 tersebut.

Para perusahaan perintis atau yang lazimnya disebut sebagai perusahaan-perusahaan start-up, juga mendapat perhatian dari pemerintah Jerman. Mereka diketahui juga mendapatkan bantuan pinjaman dari Pemerintah Jerman, dengan total mencapai €1 miliar dan masa pengembalian hingga mencapai rentang waktu 10 tahun.

"Beberapa bank di Jerman, atas kebijakan pemerintah, juga telah memberikan modal kerja sampai dengan €1 miliar, dengan jangka waktu pengembalian 10 tahun," kata Arief.

"Kemudian, utang untuk start-up juga diberikan sampai €1miliar, dengan waktu pengembalian 10 tahun," ujarnya.