Sekolah dikhawatirkan bakal menjadi klaster baru penyebaran virus corona. Pemerintah DKI diminta membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) jika sudah aman dari wabah Covid-19.

"Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 di ibu kota. Kalaupun dibuka proses KBM di sekolah harus dengan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD DKI Jakarta, Mohammad Arifin dalam keterangan tertulis, Jumat, (29/5/2020).

Menurutnya, jumlah pasien positif corona yang berusia anak sekolah cukup besar. Apalagi, merujuk data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan 800 anak di Indonesia terinfeksi corona. Tak hanya itu, 129 anak berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan 14 anak positif Corona meninggal.

"Ini harus jadi perhatian bersama. Mereka adalah generasi penerus bangsa ini, jangan sampai angkanya bertambah semakin banyak, khususnya di Jakarta," ucap Arifin.

Arifin berpendapat, anak sekolah khususnya di jenjang PAUD, TK, dan SD akan sulit menjalani jaga jarak fisik alias physical distancing. Sebab, anak-anak biasanya terbiasa bersentuhan fisik dan berangkulan saat bermain. "Apalagi lama tidak ketemu relatif lebih sulit untuk diimbau," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menetapkan hari pertama kegiatan belajar mengajar periode 2020/2021 pada 13 Juli 2020. Ketentuan itu tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Nomor 467 Tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/2021.

Kepala Dinas Pendidikan Nahdiana menuturkan belum tentu para murid akan menjalani tahun ajaran baru 2020/2021 itu secara fisik di sekolah. "Hari pertama masuk sekolah, artinya mulai belajar tahun ajaran baru. Prosesnya bisa dari rumah seperti sekarang," ujar dia saat dihubungi, Kamis, 28 Mei 2020.