Tensi yang kembali semakin memanas antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan pemerintah Komunis China, nampaknya bukanlah masalah temporer dan sepele. Sentimen tersebut terlihat  semakin nyata di pasar valuta dengan terus melemahnya nilai tukar mata uang China, Yuan.

Laporan terkini di sesi perdagangan pagi ini di Asia, Selasa (26/5) menunjukkan, posisi Yuan yang diperdagangkan di kisaran 7,1359 atau melemah 0,13%. Gerak melemah Yuan, dengan sendirinya menjadi pukulan bagi Pemerintahan Trump yang terus menuding China sebagai sengaja melemahkan mata uang untuk meningkatkan daya saing produk manufakturnya.

Namun gerak melemah Yuan kali ini semakin mencurigakan dengan  posisi indeks Dolar AS yang justru sedang menurun.  Pelemahan Yuan juga semakin merisaukan Washington akibat masih berkepanjangannya tren pelemahan jangka menengah Yuan sebagaimana terlihat pada grafik harian terkini berikut:

Tren pelemahan jangka menengah terlihat masih bertahan kukuh dengan posisi indikator MA-Signal (garis hitam) yang mampu berjarak dengan batas teknikal psikologisnya (garis ungu) untuk mencerminkan dengan akurat bahwa tekanan jual pada Yuan masih tersedia cukup besar hingga melemahkan Yuan lebih lanjut.

Pelemahan Yuan, yang jelas merupakan salah satu senjata andalan China untuk menepis penaikkan tarif masuk oleh pemerintah Trump, diperkirakan akan semakin panjang dan melelahkan, dan Trump, tentu akan semakin gelisah untuk mengambil langkah lebih keras  dalam beberapa waktu mendatang.

Happy Trading.