Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan tetap tenang meskipun Amerika Serikat dan China kembali bersitegang. Diketahui, kedua negara tersebut merupakan mitra Indonesia dalam hal bisnis dan investasi. 

Bagi Luhut, perseteruan dua negara besar itu tidak akan mempengaruhi hubungan bisnis yang selama sudah terjalin dengan Indonesia. Ibarat kata, Indonesia selalu kiri-kanan oke.

"Sekarang kan kita jadi tujuan nomor 4 tujuan investasi di dunia. Pertama itu kan Singapura. Jadi kalau orang bilang begini begitu buktinya kita masih nyaman ke Indonesia. Sekarang AS-China berantam ya urusan mereka itu, nah kita dengan siapa saja berkaawan baik. Abu Dhabi baik, China, AS juga baik," tandas Luhut dalam acara Bincang Khusus, Senin (25/5/2020).

Saat ini, AS-China memang kembali bersitegang setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani dukungan kepada demonstran di Hong Kong yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah China. Terkait hal ini, China telah memperingatkan AS untuk meninjau kembali UU yang mendukung pemrotes anti pemerintah Hong Kong tersebut.

Ditambahkan Luhut, yang paling penting bagi Indonesia adalah sikap selalu jujur dengan keadaan yang ada. Contoh, ketika bertemu Pemerintah China, Indonesia selalu jujur mengatakan bahwa hubungan dengan AS baik-baik saja. Demikian juga sebaliknya. "Ke AS juga, tidak ada cerita jelek,” tandas Luhut.

Bagi Luhut, yang paling utama saat ini adalah bagaimana meyakinkan investor agar bersedia berinvestasi di Indonesia. Apalagi, Indonesia dengan jumlah penduduk sekira 270 juta jiwa kini dilengkapi peraturan investasi yang semakin mudah lewat Omnibus Law.

"Jadi Indonesia tempat investasi bagus. Tinggal kita pembantu Presiden untuk promosi dan yakinkan itu. Karena kita negara kaya dan punya semua," Luhut meyakinkan.