Tensi panas antara Wasington dengan China nampaknya masih akan terus meningkat di tengah sikap kukuh dan keras China dalam beberapa waktu terakhir. Setelah pemerintahan Presiden China Xi Jinping berniat memberlakukan Undang-Undang baru keamanan bagi wilayah otonomi Hong Kong, sentimen buruk kembali hadir dari pasar valuta.

Adalah nilai tukar mata uang China, Yuan yang pada sesi perdagangan pagi ini, Senin (25/5) kembali merosot untuk semakin kukuh menapak tren pelemahan jangka menengah yang dengan sendirinya akan semakin memantik kekesalan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Laporan terkini memperlihatkan, nilai tukar Yuan yang bertengger di kisaran 7,1269 per Dolar AS setelah kembali melemah 0,18%. Gerak melemah yang berlanjut ini tentu akan menjadi pukulan bagi pemerintahan Trump yang  sedang mengawasi ketat langkah rezim  pemerintah China yang dicurigai menggunakan pelemahan  Yuan sebagai cara untuk mengatasi  sanksi penaikkan tarif oleh pemerintahan Washington.

Melemahnya Yuan dengan sendirinya juga menjadi pukulan bagi daya saing produk manufaktur Amerika Serikat yang pada akhirnya akan berimbas pada kinerja perekonomian AS secara keseluruhan.

Keruntuhan Yuan, adalah salah satu senjata China  yang selama ini diandalkan untuk menghadapi langkah keras pemerintahan Trump yang penuh dengan kejutan itu.