Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan membawa kabar kurang baik terkait Covid-19. Katanya, Indonesia dalam waktu dekat atau beberapa bulan ke depan belum dapat hidup normal.

Meski begitu, Luhut masih meyakini bahwa kehidupan akan kembali normal seperti sebelum adanya wabah pandemi corona di Indonesia.

Kabar itu disampaikan Luhut saat berbicara dalam sebuah wawancara yang disiarkan RRI. Jenderal Kopassus itu menegaskan belum tahu pasti kapan masyarakat akan kembali menjalani hidup normal. Satu hal yang pasti, kata dia, hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

"Tidak akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Tapi bisa terjadi [kehidupan normal]," kata Luhut, Sabtu (23/5/2020).

Sekalipun kembali kepada kehidupan normal, pasti ada beberapa perubahan yang cukup signifikan dari perilaku maupun pola hidup masyarakat.

"Orang akan senang pakai video call, cost lebih murah. Tidak ada lagi cipika cipiki. Orang akan lebih banyak cuci tangan, pakai masker, akan lebih jaga jarak. Itu akan berubah," katanya.

Luhut pun mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Pemerintah, ditegaskan dia, akan habis-habisan memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Pesan saya, patuh kepada imbauan pemerintah. Jaga jarak, pakai masker, cuci tangan. Kalau bisa dilakukan, Anda telah berkontribusi membantu ketertiban di negeri ini," jelasnya.

Data Corona 23 Mei

Angka positif virus corona terus bertambah. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mencatat kasus positif virus Corona jenis baru ini di Indonesia bertambah 949 orang pada Sabtu, (23/5/2020).

“Sehingga total menjadi 21.745 kasus,” kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun Youtube BNPB, Sabtu, 23 Mei 2020.

Pada H-1 Idul Fitri ini, terdapat 192 orang pasien sudah sembuh, sehingga total menjadi 5.249 kasus. Terdapat 25 kasus pasien yang meninggal dari konfirmasi positif Covid-19 sehingga menjadi 1.351 orang.