Kapolda Jambi, Inspektur Jenderal Polisi Firman Santyabudi angkat bicara terkait Muhammad Nuh alias M Nuh, pemenang lelang motor listrik Gesits bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp2,5 miliar, dalam konser amal yang digelar MPR bersama BPIP dan BNPB.

Menurutnya, buruh harian lepas itu tak tahu bahwa yang diikuti pada malam konser itu adalah lelang.

"Jadi, tidak ada ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan. Dia setelah diwawancara, (ternyata) tidak paham acara yang diikuti itu adalah lelang," kata Irjen Firman dalam keterangan pers.

Sebalinya, lanjut Irjen Firman, M Nuh malah mengira dia menang hadiah dalam acara konser tersebut.

"Yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan (ke polisi)," ungkapnya.

Firman juga menyampaikan jika tidak ada pengusutan terkait kasus ini. "Tidak ada kasus. Yang bersangkutan diwawancarai untuk diketahui apa yang sebenarnya terjadi."

Diketahui, M Nuh merupakan warga Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi. Dia disebut telah menang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi yang dilelang seharga Rp 2,55 miliar.

Dalam acara lelang, disebutkan bahwa M Nuh adalah seorang pengusaha asal Jambi. Namun ternyata, dari data KTP, M Nuh hanya seorang buruh harian lepas.