Iseng dan hanya sebagai bahan candaan. Itulah alasan 8 pelaku bullying (perundungan) terhadap Rizal (12 tahun), penjual jalangkote (gorengan pastel -red). Alasan yang sama sakali tak bisa diterima akal sehat. Alasan mereka terungkap setelah diperiksa pihak berwajib, Senin (18/05/2020).

Kepala Polres Pangkep AKBP Ibrahim Aji dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, Senin (18/5/2020) mengungkapkan, ke-8 tersangka mengaku hanya iseng untuk mengerjai korban. Dari pengakuan tersangka, korban pernah mengungkapkan bahwa dirinya sebagai jagoan di daerah tersebut.

“Korban pernah bercanda dan mengatakan dalam bahasa Bugis (iya' tolo'na Ma'rang) yang artinya iya jagoannya daerah Ma’rang. Di situlah, para tersangka mengerjai korban sebagai bahan candaan, namun kelewat batas,” katanya.

Meski hanya bercanda, tegas AKBP Ibrahim Aji, para tersangka tetap akan diproses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Terlebih lagi, salah seorang pelaku, Andi Putra Yusuf (26 tahun) memukul korban dan mendorongnya hingga tersungkur ke pondasi jalanan. 

Rizal Bersama Kedua Orangtuanya - Foto Istimewa

“Akibat perbuatan Firdaus, korban menderita luka lecet di lengan kirinya. Sedangkan tujuh tersangka lainnya tetap diproses hukum karena mem-bully anak di bawah umur sesuai Undang-undang Perlindungan Anak,” jelas AKBP Ibrahim Aji. 

Lebih jauh AKBP Ibrahim Aji menjelaskan, tersangka Firdaus yang memukul hingga korban terjatuh dikenakan Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan. Sementara tujuh orang rekan Firdaus dikenakan Pasal 76c UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan akibat peranannya.

Sebelumnya beredar video, Rizal, warga Jl Batu Merah, Kelurahan Tala, Kecamatan Tala, Pangkep, Sulawesi Selatan yang menjajakan jajanan bernama jalangkote atau pastel, dipukuli dan dibanting kelompok pemuda, Minggu (17/05/2020) sore. Video ini pun viral di berbagai media sosial, membuat warganet geram dan mengecam ulah kelompok pemuda di Kabupaten Pangkep. 

Akhirnya, aparat kepolisian pun turun tangan langsung dan mengusut kasus perundungan bocah penjual jalangkote tersebut. Alhasil, delapan orang pelaku perundungan bocah penjual jalangkote berhasil diamankan polisi.

Sabar dan tak Pernah Mengadu Setelah Di-Bully

Rizal, Bukan Sosok yang Mudah Menyerah - Foto Istimewa

Andi Putra Yusuf merupakan satu dari tujuh rekannya, termasuk satu perempuan yang melakukan perundungan terhadap bocah kecil yang jauh lebih muda dari dirinya. Andi yang terlihat dalam video viral itu bahkan dengan teganya melakukan pemukulan dari belakang bagian kepala Rizal, hingga membuatnya sampai tersungkur di Lapangan Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang. 

Bukannya menengahi, tujuh rekan Andi malah tertawa dan terdengar puas melihat wajah Rizal mencium tanah. Tak hanya itu, ternyata ada dua video perundungan yang menimpa siswa kelas 5 SD 4 Tala, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang tersebut. 

Dari penuturan aparat Polres Pangkep, satu video lainnya dibuat sekitar dua bulan lalu. Terlihat ada pemuda yang mengendap-endap di perempatan jalan yang mencoba mengadang adik Rizal, yang membawa tas kresek (kantong plastik) berisi jalangkote. Karena dikejutkan saat mengendarai sepeda, Rizal akhirnya terjerembab dari sepedanya hingga jalangkote yang dibawanya untuk dijual pun berhamburan. Pemuda itu terlihat puas, meski akhirnya sempat mengangkat badan adik Rizal.

Perwira Urusan (Paur) Humas Polres Pangkep, Aiptu Agus Salim, menjelaskan, perundungan yang diterima Rizal bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Hanya saja, apa yang dilakukan Andi dan kawan-kawannya itu sudah keterlaluan, karena menyerang fisik. Alhasil adik Rizal mengalami luka-luka di bagian siku dan mukanya.

Rizal, Bersama Orang-orang yang Bersimpati - Foto Istimewa

“Mungkin karena tubuhnya yang gemuk sehingga mendapat perlakuan itu. Tapi, kali ini sungguh kelewatan kelompok pemuda Firdaus (nama panggilan Andi Putra -red) yang kini sudah diamankan polisi,” kata Aiptu Agus Salim.

Meski sudah berkali-kali menjadi sasaran perundungan, ternyata Rizal tetap menunjukkan sikap tegar. Bahkan dia tidak pernah menceritakan pengalaman buruk yang menimpanya kepada sang ayah Muzakkir atau sang ibu Dahlia. 

Bahkan, dalam video ketika diserang Andi, ia tidak menangis. Dia seperti figur yang ceria, dan bisa langsung bangkit usai tersungkur. Di sini lah kehebatan orang tua yang berhasil mendidik adik Rizal menjadi anak yang memiliki mental baja.

Rizal selama ini memang berjualan usai pulang sekolah. Jelas dia berasal dari keluarga tidak mampu. Ayahnya hanya bekerja sebagai penarik becak motor (bentor), dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang batu saja melahirkan.

Bahkan menurut penuturan Dahlia, Rizal sempat mencium adik bayinya lantaran tidak bisa memberikan uang untuk membeli popok. Meski begitu, ia tetap tidak mau menjelaskan peristiwa perundungan yang dialaminya.

"Na kasi tauka kalau maui bantuka cari uang. Ia bilang ingin belikan popok adek," ujar Dahlia kepada media sambil menahan isak tangis menjelaskan mengapa anak keduanya tersebut ingin tetap berjualan. Setiap hari, jika Rizal mendapatkan uang hasil berjualan Rp10 ribu, yang Rp 5 ribu diserahkan ibunya untuk digunakan membeli popok adiknya. Sisanya digunakan untuk uang jajan sekolah.

Meski kerap menjadi sasaran perundungan selama berjualan, Rizal tetap menghadapinya dengan sabar. Hal itu terbukti ia setiap hari tidak mempedulikan hinaan fisik yang dialamatkan kepadanya, dengan tetap mau menjual jalangkote buatan ibunya. Dahlia mengaku, sempat mendapat informasi anaknya kerap mendapat gangguan ketika berjualan.

Rizal, Bersama Orang-orang yang Bersimpati - Foto Istimewa

Meski sudah dilarang, Rizal setiap hari tetap memilih berjualan dengan naik sepeda membantu orangtuanya mencari nafkah dengan berjualan jalangkote keliling desa. Hebatnya, ia tanpa gengsi, melakukannya. Meski masih berusia 12 tahun, Rizal sudah bisa berbakti kepada orangtuanya? Di saat anak-anak sepantarannya mungkin masih menghabiskan waktu untuk sekolah dan bermain-main, Rizal tampak siap menjadi tulang punggung keluarganya.

Kesn yang diperlihatkan Rizal pun menampakkan bahwa dirinya adalah sosok anak yang tulus dan berhati halus. Hal itu terlihat dengan sikap enggannya menceritakan pengalaman buruk yang dialaminya agar orangtuanya tidak kepikiran. 

Andai Rizal adalah tipikal orang yang mudah menyerah, bisa dipastikan dia sudah langsung menolak berjualan jalangkote saat ada gangguan menimpanya. Pun kalau ia cerita, bisa jadi orangtuanya malah khawatir dan melarangnya untuk berjualan. Faktanya, ia tetap enjoy berjualan demi bisa berkontribusi membantu kedua orangtuanya.

Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan dibawa ke Mapolres Pangkep. Sedangkan bantuan dan simpati akhirnya mengalir ke adik Rizal. Dari berbagai foto dan video yang beredar, Rizal dengan polosnya seolah tidak menunjukkan wajah cemberut. Meski jelas memori trauma akan tetap tersimpan di pikirannya, ia seolah ingin mengabaikan masalah perundungan tersebut.

Terbukti, di momen berikutnya, ia tetap tersenyum dan seolah tidak terjadi apa-apa dengannya. Bahkan, dalam video ketika Rizal menghitung uang lembaran Rp50 ribu dan Rp100 ribu yang didapat dari sumbangan donatur, ia malah membuat orang-orang di sekelilingnya terpingkal. Hal itu lantaran ia salah menghitung nilai satu juta rupiah menjadi Rp10 ribu.

“Lima ratus, enam ratus, tujuh ratus, delapan ratus, sembilan ratus, sepuluh ratus,” kata Rizal yang membuat orang-orang di sekitarnya tertawa sampai memeluknya. 

Dia pun kembali menghitung uangnya sambil bercanda, dan tertawa kembali. Begitulah pribadi ceria adik Rizal yang terlihat sebagai laki-laki jauh lebih dewasa dibandingkan usianya. 

Simpati dan Bantuan pun Berdatangan

Rizky Irmansyah, Sekretaris Pribadi Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang Akan Memberi Bantuan Berupa Beasiswa Hingga Rizal Tamat SMA - Foto Istimewa

Simpati yang diterima Rizal ternyata tak hanya datang dari masyarakat sekitar. Sekretaris Pribadi Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah pun ikut ambil bagian membantu Rizal. Bantuan tersebut diberikan Rizky karena geram melihat anak bertubuh gempal itu di-bully oleh orang dewasa.

Disebutkan, Rizky Irmansyah mendorong pihak berwajib untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang dialami RIzal. 

Rizky Irmansyah kemudian menghubungi Rizal dengan video call dan beberapa akun mengunggah isi percakapan tersebut. Video call tersebut dilakukan oleh Rizky Irmansyah untuk memberikan semangat pada Rizal.

Tampak Rizal yang mengenakan kaus abu-abu menatap layar ponsel saat video call. Rizky Irmansyah terlihat menyunggingkan senyum ketika memberikan semangat untuk Rizal. Selain memberikan semangat, Rizky Irmansyah kabarnya akan memberikan bantuan berupa biaya pendidikan untuk Rizal hingga lulus SMA.

Tak hanya Rizky Irmansyah, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) Dedi Mulyadi pun bereaksi dengan nasib Rizal yang menjadi korban perundungan. 

"Saya berusaha menguatkan mereka (Rz dan orangtuanya) dan saya memberikan sedikit bantuan," kata Dedi melalui telepon, Senin (18/5/2020). 

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) Dedi Mulyadi Menangis Saat Menelepon Rizal dan Berjanji Memberi Modal Usaha bagi Orangtua Rizal

Dedi mengaku sangat terenyuh melihat video tersebut. Sebab, dia pernah merasakan bagaimana sulitnya berjualan es sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar dulu.

"Perlu keberanian untuk berjualan seperti itu, apalagi ditambah jadi korban bully," kata Dedi sambil terisak menahan tangis. 

Setelah berbicara dengan orangtuanya lewat video, Dedi mengetahui bahwa Rizal terpaksa berjualan untuk membantu ekonomi keluarga. Oleh karena itu, Dedi langsung memberikan bantuan kepada Rizal dan orangtuanya. Bantuan tersebut berupa modal usaha bagi orangtuanya dan sebuah sepeda baru untuk Rizal dengan harapan Rizal lebih semangat membantu keluarganya. 

"Bantuan itu saya sampaikan langsung kepada Rizal dan orangtuanya setelah saya telepon mereka," akunya. 

Melalui sambungan telepon, orangtua RIzal hanya bisa membalas pemberian Dedi Mulyadi dengan ucapan terimakasih. Ada pun proses hukum kepada pelaku perundungannya, Dedi menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Ia berharap, kasus yang menimpa Rizal dapat memberikan efek jera bagi para pelaku perundungan di Indonesia.

Selain itu, bantuan untuk Rizal pun datang dari Komandan Kodim (Dandim) 142/Pangkep Letnan Kolonel Infanteri Adi Sabaruddin. Wajah Rizal pun berbinar ketika menerima bantuan sepeda baru dari Adi Sabaruddin. 

Gubernur Sulsel Prihatin

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah mengaku prihatin dan sangat menyesalkan kejadian perundungan terhadap Rizal. 

"Menyikapi perundungan yang dialami anak kita Rizal oleh sekelompok anak muda di Pangkep dan viral di tanah air, saya tentu prihatin dan sangat menyesalkan kejadian tersebut. Terlebih peristiwa tersebut dialami Rizal saat membantu orangtuanya mencari nafkah," kata Nurdin Abdullah.

Gubernur Nurdin Abdullah meminta sekelompok pemuda di Pangkep yang mem-bully Rizal segera diproses hukum. Orang nomor satu di Sulsel itu mengaku prihatin dan sangat menyesalkan kejadian yang viral di media sosial itu.