Jejak Harun Masiku masih belum terlacak. Kini justru berhembus isu mantan caleg dari PDIP itu meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Harun Masiku awalnya disampaikan oleh oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dan Indonesia Police Watch (IPW).

Kedua lembaga itu mengatakan kemungkinan kematian Harun Masiku didasari dari tak adanya informasi terkait keberadaannya sejak ditetapkan sebagai buron hingga kini.

"Tidak benar itu," kata salah satu kerabat Harun Masiku, membantah kabar meninggalnya tersangka penyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Menurutnya, kalau memang Harun sudah meninggal, pihak keluarga pasti ribut dan menyiapkan pemakaman. Apalagi di Kabupaten Tana Toraja, keluarga Harun termasuk keturunan bangsawan.

"Keluarga tidak meributkan itu, tidak ada juga kain putih datang di Kompleks rumah Harun di Bajeng," katanya.

Bahkan menurut dia, saat ini istri Harun, masih bersama keluarganya di rumahnya Kompleks Perumahan Bajeng Permai, Kabupaten Gowa. Keluarga besar Harun Masiku di Tana Toraja juga masih santai.

Ia mengaku, hingga saat ini, baik dirinya dan keluarga juga tidak mengetahui keberadaan Harun Masiku.

Terpisah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, pihaknya terus berupaya menangkap Harun Masiku. Spekulasi tewasnya Harun Masiku itu tak mengganggu kinerja KPK.

"Kami terus mencari keberadaan tersangka tersebut dibantu rekan-rekan kepolisian karena status DPO-nya. Demikian pula penyidikan atas perkaranya masih tetap berjalan, kami tidak terpengaruh dengan spekulasi-spekulasi dari beberapa pihak mengenai dugaan telah meninggalnya tersangka," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango kepada wartawan.

Sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi, Boyamin Saiman, menyebut ada dugaan Harun Masiku, tersangka kasus suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, telah tewas dibunuh.

"Aku yakin HM (Harun Masiku) meninggal juga karena perbandingan informasi terkait Nurhadi yang setiap minggu selalu ada informasi baru bersifat valid dari banyak orang, namun untuk HM tidak pernah ada informasi," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman.

Selain itu, Boyamin mengaku sudah mengecek langsung ke Sumatera Selatan untuk mencari informasi terkait Harun Masiku. Namun ia menyebut tidak ada informasi yang didapat terkait Harun.

"Juga sudah mencoba melacak ke Sumsel tempat Dapil Pemilu serta ke kawan-kawan lamanya di Jakarta tapi semua nihil," sebutnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta Pane menyebut jejak Harun sama sekali tidak terlacak.

Sumber IPW, kata dia, menginformasikan bahwa Harun sudah tewas. Namun Neta tidak menjelaskan dengan rinci mengenai informasi yang menyebutkan Harun tewas.

"Bagaimana dengan Harun Masiku? Sumber IPW mengatakan anggota Demokrat yang hengkang ke PDIP itu sama sekali tidak terlacak. Harun seperti ditelan bumi. Harun terakhir terlacak saat Menkum HAM mengatakan yang bersangkutan berada di luar negeri, padahal KPK mendapat informasi Harun berada di Jakarta. Tapi sejak itu Harun hilang bagai ditelan bumi," ungkap Neta.

"Sumber lain IPW justru mengkhawatirkan Harun sudah tewas. Tapi sumber itu tidak menjelaskan, apa penyebabnya? Terlepas dari sinyalemen itu, IPW berharap KPK terus memburu Harun dan segera menangkapnya," sambung dia.

Seperti diketahui, Harun Masiku hingga kini masih buron. Dia terjerat kasus suap pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.