Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) siap mengeksekusi perintah Presiden Jokowi yang menggratiskan listrik selama 3 bulan yang efektif berlaku sejak April, Mei, dan Juni 2020. Apabila dibutuhkan, Kementerian ESDM akan secepatnya menyiapkan regulasinya.

“Sesuai dengan yang kita dengar dari pengumuman Bapak Presiden sore tadi, itu bagian dari program Perlindungan Sosial yang dituangkan dalam Perppu,” ujar Direktur Jenderal Kelistrikan, Kementerian ESDM Rida Mulyana kepada Bizlaw.id, Selasa (31/3/2020).

Dijelaskan Rida, alokasi dana untuk program Perlindungan Sosial itu juga telah disebutkan yakni Rp 110 Triliun, yang di antaranya termasuk alokasi dana pemberian keringanan tagihan listrik tersebut. “Kita akan pelajari lebih lanjut Perppu tersebut, apakah perlu aturan turunan untuk operasionalnya. Namun yang jelas, kami tentu siap mengeksekusi perintah Presiden,” ujar Rida.

Diketahui, Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Perppu ini diterbitkan sebagai respon pemerintah dalam penanganan wabah virus corona di Tanah Air.

Berdasarkan Perppu ‘Lawan Corona’ tersebut, pemerintah akan mengucurkan dana Rp 405,1 triliun sebagai penambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 dalam rangka penanganan Covid-19. 

Secara rinci, dana Rp 405,1 triliun itu akan dialokasikan untuk belanja bidang kesehatan sebesar Rp 75 triliun, perlindungan sosial Rp 110 triliun, insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat Rp 70,1 triliun, pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit serta penjaminan dan pembiayaan dunia usaha, khususnya terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) senilai Rp 150 triliun. 

Salah satu langkah yang ditempuh Jokowi adalah menggratiskan tagihan listrik selama 3 bulan. Dijelaskan Jokowi, pelanggan yang bakal menikmati listrik gratis itu adalah golongan 450 VA yang jumlahnya saat ini diperkirakan 24 juta konsumen di seluruh Indonesia. 

"Tentang tarif listrik, perlu saya sampaikan untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan," ujar Presiden dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (30/3/2020).

Presiden menambahkan, pembebasan tarif listrik untuk golongan pelanggan 450 VA tersebut akan berlaku untuk periode April, Mei, dan Juni 2020.

Tak hanya pelanggan 450 VA, pemerintah juga memberikan diskon sebesar 50% bagi pelanggan 900 VA, dengan masa pemberlakuan yang sama.

“Pelanggan 900 VA jumlahnya 7 juta pelanggan akan didiskon 50%. Artinya bayar separuh untuk April, Mei dan Juni 2020,” tukas Jokowi.