Selang 1,5 tahun diumumkan gagal bayar, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai membayarkan klaim tahap awal senilai Rp470 miliar. Klaim itu dibayarkan kepada pemegang polis tradisional yang telah jatuh tempo dan terverifikasi, Selasa (31/3/2020).

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menjelaskan dana pembayaran klaim tersebut diperoleh dari pengelolaan aset finansial dengan metode repo. Jiwasraya tercatat masih memiliki sisa-sisa aset finansial yang likuid, meskipun sebagian besar dari total aset senilai Rp22 triliun itu tidak likuid dan berkualitas buruk.

"Kami masih memiliki sisa-sisa aset finansial yang likuid, yang semula kami repo-kan, kemudian karena market recovery kemudian kami dapat sisa hair cut-nya. Waktu itu saya memilih metode repo, dengan market recovery, reponya lunas. Kami masih memiliki sisa Rp470 miliar yang kami pakai (untuk membayar klaim) ini," ujar Hexana pada Selasa (31/3/2020) melalui sambungan teleconference.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menjanjikan pembayaran klaim nasabah Jiwasraya akan diupayakan lewat berbagai cara. Erick menegaskan, pemerintah akan berusaha mencari solusi untuk membayar dana nasabah Jiwasraya. Menurut Erick, pelunasan dana nasabah merupakan komitmen utama sejak persoalan gagal bayar polis oleh Jiwasraya mencuat.