Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo meminta semua pihak mendukung segala kebijakan yang ditetapkan pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus Corona.

"Saya mengajak kepada seluruh tokoh-tokoh, baik tokoh di pusat maupun di daerah, termasuk juga para pimpinan partai politik, untuk bisa mendukung kebijakan politik negara," kata Doni di Jakarta.

Ia mengibaratkan Indonesia sebagai suatu rangkaian kereta api di mana yang mengendalikan lokomotifnya adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya mengibaratkan sekarang ini kita sekarang berada pada satu rangkaian kereta api, lokomotif terdepannya adalah kepala negara yaitu Pak Jokowi," katanya.

Doni kemudian mengibaratkan masyarakat sebagai bagian daripada gerbong-gerbong kereta api tersebut. Bila ada rangkaian ada yang terjatuh, sebut Doni, maka gerbong lain juga bisa ikut terguling.

"Kemudian kita berada di gerbong-gerbong yang berbeda. Manakala di antara gerbong itu ada yang terjatuh, maka bisa jadi gerbong yang lain akan tergulir," ujarnya.

Doni menuturkan, meski sejumlah pakar dan pimpinan lembaga sudah melaporkan hasil prediksi mengenai berakhirnya wabah Corona ini, namun secara pasti virus tersebut belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Untuk tetap bertahan, Doni menyampaikan kepada semuanya agar memiliki ketahanan, baik dari segi kesehatan hingga daya tahan moril bangsa.

"Sebagai imbauan bahwa virus ini belum diketahui kapan akan berakhir walaupun sejumlah pakar dan juga dari pimpinan lembaga sudah melaporkan kepada Bapak Presiden tentang prediksi namun tentunya kita harus memiliki ketahanan, daya tahan di bidang kesehatan, daya tahan di bidang ekonomi, dan yang paling penting daya tahan di bidang moralitas dan moril bangsa," tuturnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu juga mengatakan, modal utama dalam menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19 ini adalah adanya persatuan dan kesatuan. Dia mengatakan, jika semuanya bersatu maka semua kesulitan akan dapat diatasi.

"Oleh karenanya persatuan dan kesatuan menjadi modal utama kita karena dengan kita bersatu maka segala kesulitan bisa kita atasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan saat ini pembatasan sosial skala besar perlu diterapkan. Maka kebijakan darurat sipil perlu dijalankan.

"Saya minta kebijakan pembatasan sosial berskala besar, physical distancing dilakukan lebih tegas, disiplin, dan lebih efektif lagi," demikian kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas laporan Gugus Tugas COVID-19, disiarkan lewat akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/3).