Jalannya sesi perdagangan awal  pekan ini, Senin (30/3) di pasar komoditas penting dunia, Emas tercatat belum diwarnai gerak tajam. Laporan terkini dari sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu menunjukkan, harga Emas beranjak naik tipis  untuk terhenti di kisaran $1.643,2 per Ounce.

Sementara dari sentimen  yang mengiringi  masih belum beranjak dari persebaran wabah penyakit akibat infeksi Coronvirus. Serangkaian langkah otoritas Bank Sentral AS yang mengguyur likuiditas dalam jumlah yang sangat besar yang kemudian berpadu dengan paket stimulus oleh pemerintahan Presiden Trump terlihat masih belum mampu melonjakkan harga Emas dalam taraf yang tajam.

Namun secara keseluruhan, serangkaian sentimen muram terkait dengan wabah Coronavirus diyakini masih akan mampu melambungkan harga Emas untuk kembali menembus level psikologis pentingnya di kisaran $1.700 per Ounce.

Tinjauan teknikal sebelumnya juga menunjukkan, pola teknikal harga Emas ynag telah berada dalam tren penguatan jangka menengah  yang berlaku hingga hari ini. Gerak naik lebih lanjut harga emas dengan demikian masih terbuka sangat lebar peluangnya hingga beberapa hari sesi perdagangan ke depan.

Sementara posisi terkini harga Emas yang terlihat tak terlalu jauh dengan level $1.700 per Ounce, peluang harga Emas untuk  kembali bertengger di atas kisaran tersebut sangat terbuka lebar. Sentimen dari wabah Coronavirus dan juga potensi kejutan dari Trump, tentu akan menjadi bekal menarik bagi Emas untuk melaklukan gerak tajam yang mengejutkan.